Melahirkan Putri Sholihah, Salaf, dan Mandiri

Info Pendaftaran Online Santri Baru

Tata Cara dan Langkah Pendaftaran Online

KHR. Asnawi Kudus

KHR. Asnawi Muassis Madrasah Qudsiyyah dan Pendiri NU

Ngaji Online Ponpes Qudsiyyah Putri

Ngaji Online rutin setiap ba'dal maghrib selain malam jumu'ah streaming via fb dan YT Qudsiyyah Putri

Profil Ponpes Qudsiyyah Putri

Visi, Misi, Tujuan, dan Kurikulum Ponpes

Profil MTs Qudsiyyah Putri

Visi, Misi, Tujuan, dan Kurikulum MTs Qudsiyyah Putri

Minggu, 30 Januari 2022

INFO PENDAFTARAN ONLINE SANTRI BARU

 


Penerimaan Santri Baru Madrasah Qudsiyyah Putri Tahun Pelajaran 2022/2023 akan dimulai tanggal 20-28 Februari 2022. PSB tahun ini akan membuka kuota untuk Madrasah Tsanawiyyah sejumlah 6 kelas atau 240 calon santri baru dan untuk Madrasah Aliyyah sejumlah 1 kelas atau sekitar 40 calon santri baru. Dengan pembagian 3 kelas Tahfidz (santri pondok), 2 kelas Kitab (santri pondok), dan 1 kelas Kitab (santri laju). Pendaftaran dibuka hanya 1 gelombang dan tidak menerima santri pindahan.

Pendaftaran online tahun ini melalui link bit.ly/psb_qudsiyyahputri_2022. Beberapa hal yang perlu dipersiapkan oleh calon santri baru yaitu:
1. Akte Kelahiran
2. Kartu Keluarga
3. NISN (Nomor Induk Siswa Nasional)*
4. NPSN (Nomor Pokok Sekolah Nasional)*
5. NSM (Nomor Statistik Madrasah)* jika dari MI/MTs

*) poin 3, 4, dan 5 bisa didapatkan dengan cara meminta data tersebut ke sekolah asal calon santri baru

Data-data tersebut perlu dipersiapkan oleh calon santri baru yang akan melakukan pendaftaran online karena data-data tersebut akan digunakan untuk mengiri formulir mengenai data diri santri secara lengkap. Diharapkan semua calon santri bisa mempersiapkan diri sebaik mungkin.

Info lebih lanjut:
Ustadz M. Isbah Kholili wa.me/6285640605640
Ustadz Muhammad Khothibul Umam  wa.me/6285726212216

Sabtu, 29 Januari 2022

Seputar Haul K. H. R. Asnawi

Madrasah Qudsiyyah adalah salah satu madrasah tertua yang didirikan oleh KHR. Asnawi.  Qudsiyyah didirikan pada tahun 1919 M, yang berarti bahwa beliau lebih dahulu mendirikan madrasah sebagai majlis untuk menyebarkan ilmu daripada mendirikan pondok pesantren. Ponpes Roudlotut Tholibin sendiri didirikan oleh KHR. Asnawi pada tahun 1927 M, atau 8 tahun setelah berdirinya madrasah Qudsiyyah.

Rabu kemarin, 26 Januari 2022 madrasah Qudsiyyah mengadakan peringatan haul muassis dengan rangkaian khotmil qur'an yang diadakan di masing-masing tingkatan. Mulai dari Ibtidaiyah, Tsanawiyah, dan Aliyah, baik putra maupun putri. Semua serentak mengadakan khotmil qur'an mulai pukul 08.00 WIB. Di Qudsiyyah Putri sendiri, khotmil qur'an berakhir sekitar pukul 09.30. Setelah itu agenda dilanjutkan dengan ziarah ke makam KHR. Asnawi di komplek makam Kangjeng Sunan Kudus. 

Santri-santri putri sangat senang jika ada agenda ziarah terutama santri pondok yang notabene jarang bisa keluar dari area ponpes. Walaupun naik truck dengan full AC, semua santri kelihatan bahagia dan bersemangat. Karena banyaknya santri dan waktu yang sudah agak siang, maka santri dibagi menjadi dua, ada yang di area makam mbah Sunan Kudus dan ada yang di area makam KHR. Asnawi. Setelah selesai ziarah, santri-santri segera kembali ke madrasah untuk makan siang. Siang itu sudah disiapkan makan kepungan atau nampanan sebagai ciri khas santri. Agenda haul muassis adalah agenda tahunan. Tahun ini merupakan haul yang ke 64. KHR. Asnawi wafat pada tanggal 25 Jumadal Akhiroh 1379 Hijriyyah yang bertepatan dengan 26 Desember 1959 Miladiyyah. Semoga santri-santri qudsiyyah baik putra maupun putri senantiasa mendapat keberkahan dari muassisnya. Amiiin.

Rangkaian Acara Mituhu Mu'assis Qudsiyyah di Qudsiyyah Putri

 

Haul K. H. R Asnawi ke-64 yang bertajuk Mituhu Mu'assis Qudsiyyah dilaksanakan di Madrasah Qudsiyyah Putri pada hari Rabu, 23 Jumadal Akhirah 1443 H/ 26 Januari 2022 TU. Haul yang diselenggarakan di Qudsiyyah Putri diawali dengan Khataman Al-Qur'an oleh santri dan guru secara serentak di ruang kelas masing-masing dengan berpusat di Musholla dan dipimpin pembacaan Hadloroh oleh Ustadz Mukhammad Subkhan. Selanjutnya dilanjutkan khataman dan pembacaan tahlil beserta do'a oleh Ustadz M. Ainun Najib dan Ustadz Solikul Hadi, S.Pd. 

Selain khataman pada hari itu juga diagendakan Ziarah Mu'assis Qudsiyyah yang menjadi kegiatan rutin santri dan guru Qudsiyyah Putri. Ziarah Mu'assis diikuti oleh 688 santri tingkat Tsanawiyyah dan 161 santri tingkat Aliyyah Madrasah Qudsiyyah Putri.

Bancaan Khotmil Qur'an menjadi akhir dari rangkaian acara Haul K. H. R. Asnawi di Qudsiyyah Putri dengan talam atau biasa disebut talaman oleh para santri. Dengan barokah doa yang sudah bacakan dan ditutup dengan makan bancaan bersama-sama menjadi lantaran semoga apa yang sudah dilaksanakan dari awal sampai akhir menjadi sumber keberkahan bagi para santri dan guru dalam meneladani sikap dan ajaran para sesepuh Qudsiyyah.

Live streaming :

Youtube Qudsiyyah Putri TV

[LIVE] - Mituhu Mu'assis Qudsiyyah || Khotmil Qur'an Santri MTs - MA Qudsiyyah Putri https://www.youtube.com/watch?v=itiU45FJr3M

Qudsiyyah Putri Ziarah Mu'assis Qudsiyyah https://www.youtube.com/watch?v=WTqPTUbzoBk

Facebook Qudsiyyah Putri

Album Haul K. H. R. Asnawi ke 64 Qudsiyyah Putri https://www.facebook.com/media/set?vanity=QudsiyyahPutri&set=a.3136643283281988

Minggu, 16 Januari 2022

Informasi PSB TP. 2022/2023

    


Pendaftaran Santri Baru (PSB) Tahun Pelajaran 2022/2023 akan dilaksanakan mulai Ahad - Senin, 20 - 28 Februari 2022 TU melalui pendaftaran secara online dengan link bit.ly/psb_qudsiyyahputri_2022. Kuota yang akan diterima pada tahun ini sejumlah 240 calon santri baru untuk Madrasah Tsanawiyyah dan 1 kelas untuk calon santri baru Madrasah Aliyyah yang berasal dari santri diluar Qudsiyyah Putri. Program yang bisa dipilih calon santri baru yaitu Program Tahfidz (Al-QUr'an) dan Program Kitab (Alfiyyah). 

Narahubung :
Ustadz M. Isbah Kholili wa.me/6285640605640
Ustadz Muhammad Khothibul Umam  wa.me/6285726212216

Youtube Qudsiyyah Putri TV
Instagram qudsiyyahputri
Facebook Qudsiyyah Putri
Twitter @Qudsiyyah_Putri

Minggu, 09 Januari 2022

EKSISTANSI PONDOK PESANTREN SALAF DI ERA 4.0


        Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan islam tertua di Indonesia yang kegiatannya berawal dari pengajian kitab. Pada hakikatnya pesantren adalah sebuah lembaga keagamaan yang memerankan fungsi sebagai institusi social, menjadi sumber nilai dan moralitas, menjadi sumber pendalaman nilai dan ajaran keagamaan, menjadi pengendali filter bagi pengembangan moralitas dan kehidupan spiritual, menjadi perantara berbagai kepentingan yang timbul dan berkembang di masyarakat dan menjadi sumber praktis dalam kehidupan. Dalam sejarahnya, pondok pesantren pertama yang mengajarkan pendidikan islam adalah Pondok Pesantren rintisan Sayyid  Ahmad  Rohmatullah atau yang bisa disebut Sunan Ampel. Pondok yang di kenal dengan nama Ampel Denta ini menjadi pusat kajian islam pertama di pulau Jawa. Menyandang status sebagai keponakan dari permaisuri Raja Brawijaya V (Raja Majapahit terakhir), membuat Sunan Ampel di terima karena mendapat izin untuk menyebarkan agama islam di pesisir utara Jawa. Diantara murid beliau yang kemudian hari melanjutkan dakwahnya adalah Sunan Bonang, Sunan Drajat, Sunan Giri, Raden Fatah, dan lain sebagainya.

         Tujuan terbentuknya pondok pesantren yaitu membimbing anak didik untuk menjadi manusia berkepribadian islami, yang dengan ilmu agamanya dia sanggup menjadi seorang tokoh agama islam di lingkungan sekitarnya.

         Sebagai lembaga pendidikan tradisional pondok pesantren memiliki tiga fungsi pokok yang menjadi identitas (jati diri) pesantren, yaitu: pertama, transmigasi ilmu-ilmu dan pengetahuan islam (transmission of Islamic knowledge), kedua, pemeliharaan tradisi islam (maintenance of Islamic tradition /indigenous), dan ketiga, reproduksi ulama (reproduction of ulama). Dalam menjalankan fungsi pertama, pesantren mempunyai andil yang besar dalam upaya transmisi ilmu – ilmu agama terutam yang berkaitan dengan Al –qur’an dan tafsirnya, Al- hadits, kitab – kitab klasik terutama bidang teologi fiqh dan tasawuf. Konsep tafaqquh fiddin berfokus pada upaya memahami Al –qur’an serta kitab – kitab lain sebagaimana telah disebutkan.

Peran dan fungsi pesantren tersebut seharusnya terus di pertahankan di saat semua umat islam sekarang ini menghadapi dua tantangan besar, yaitu globalisasi neo –liberalisme yang turut mengendalikan tatanan dunia baru dan munculnya model-model islam berjenis lain yang di kenal fundamentalisme ekstrim, dengan watak yang keras, kurang toleran dan tidak ramah dalam mensikapi persoalan yang muncul dan dihadapi bangsa.

         Disisi lain, pada tingkat internal agar tetap eksis, seluruh pesantren di era global juga seharusnya mempersiapkan diri secara memadahi. Pesantren hendaknya dapat terlibat dalam aktifitas–aktifitas sosial kemanusiaan, menjadi agen perubahan sosial (agent of change).

         Selain itu, agar tetap eksis pondok pesantren salaf juga harus mau mengikuti perkembangan zaman khususnya dalam bidang teknologi dan informatika. Kemajuan di bidang media dan informasi juga harus bisa diinovasikan dalam pendidikan pondok pesantren. Penggunaan media sosial untuk publikasi pengajian kitab maupun kegiatan pondok pesantren melalui media sosial semacam Youtube, Instagram, Facebook, dan media lainnya harus benar –benar di aplikasikan. Jika pondok pesantren tidak dapat mengikuti perkembangan zaman dan kemajuan tehnologi, maka lambat laun pesantren tersebut akan ketinggalan. 

Berdasarkan indikator tersebut, dalam melakukan dakwahnya, pesantren seharusnya tidak hanya berkutat pada masalah internal (pengajaran dan pendidikan) kepada para santrinya, melainkan harus berdakwah secara aktif dalam menekankan pada upaya-upaya penyelesaian masalah yang berkembang di tengah-tengah kehidupan sosial kemasyarakatan. Dalam tugasnya melakukan pemberdayaan (empowerment)dan transformasi social. Pesantren yang menempati posisi yang sangat penting itu tidak bisa terlepas dari peran substansial dalam dakwah islam, yang antara lain berperan sebagai: fasilitator, mobilisator, agent of change, dan center of excellence.

         Sedangkan KH. Sahal Mahfudz, memberikan rambu-rambu bagi pengelola pesantren, yakni apabila pesantren ingin mempertahankan potensinya sebagai lembaga pendidikan keagamaan (tafaqquh fi addin), maka pesantren harus melengkapi dirinya dengan tenaga-tenaga yang terampil mengelola sumber daya di lingkungannya.

Demikianlah beberapa tantangan yang harus dihadapi pondok pesantren salaf di era 4.0 ini. Pondok pesantren harus bisa menghadapinya dengan melakukan perubahan dan inovasi serta memperhatikan kondisi dan realita lingkungan sekitar. Semoga pondok pesantren salaf semakin eksis dan bisa mencetak santri-santri yang unggul baik dalam keilmuwan maupun akhlaq yang mulia. 

Oleh: Ustadz Muhammad Isbah Kholili