Melahirkan Putri Sholihah, Salaf, dan Mandiri

Info Pendaftaran Online Santri Baru

Tata Cara dan Langkah Pendaftaran Online

KHR. Asnawi Kudus

KHR. Asnawi Muassis Madrasah Qudsiyyah dan Pendiri NU

Ngaji Online Ponpes Qudsiyyah Putri

Ngaji Online rutin setiap ba'dal maghrib selain malam jumu'ah streaming via fb dan YT Qudsiyyah Putri

Profil Ponpes Qudsiyyah Putri

Visi, Misi, Tujuan, dan Kurikulum Ponpes

Profil MTs Qudsiyyah Putri

Visi, Misi, Tujuan, dan Kurikulum MTs Qudsiyyah Putri

Sabtu, 22 Oktober 2022

El-Lathief Grobogan Ikut Meriahkan Acara Qudsiyyah Putri Bersholawat



 

KUDUS-Qudsiyyahputri.com. Pengurus Ikatan Santri Qudsiyyah Putri (ISQi) menggelar acara Qudsiyyah Putri Bersholawat guna memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Yang berlokasi di lapangan Qudsiyyah Putri pada pukul 20.00-23.30 WIB dan dihadiri oleh sejumlah 750 santri Ponpes Qudsiyyah Putri beserta segenap para tamu undangan, Jum’at (21/10/2022).

Penyelenggaraan Qudsiyyah Putri Bersholawat ini diawali dengan iringan sholawat dari grup rebana Al-Mubarok Qudsiyyah Putri. Dilanjutkan dengan serangkaian acara, mulai dari Pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dilantunkan oleh Azza (kelas 1), Pembacaan Sholawat Asnawiyyah dan Qudsiyyah yang dipimpin oleh Ulya dan Nailis (kelas 3), Pembacaan Maulid Nabi dari El-Lathief, Sambutan Ketua ISQi, dan diakhiri dengan Sambutan Pengasuh Ponpes Qudsiyyah Putri sekaligus Mauidhoh Hasanah.

Kemeriahan acara pada waktu pembacaan maulid Nabi Muhammad SAW diisi oleh grup rebana El-Lathief dari kabupaten Grobogan yang diikuti dengan khidmat dan kebahagiaan bagi semua orang yang hadir. Setelah selesainya pembacaan maulid Nabi, vocal Al-Mubarok Qudsiyyah Putri mengadakan collab bersama El-Lathief. “Bulan maulid adalah bulan dimana Rasulullah dilahirkan ke dunia. Maka dari itu, Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri mengadakan serangkaian acara. Dimulai dari acara khotmil Qur’an, pemilihan Duta santri dan sebagai puncak acara yakni Qudsiyyah Putri Bersholawat,” ucap Zulfa Kamalia, wakil ketua 1 dalam sambutannya mewakili ketua ISQi.

Bapak M.Isbah Kholili, pengasuh ponpes Qudsiyyah Putri dalam sambutan sekaligus mauidhoh hasanah beliau menjelaskan tentang cinta kepada sang kekasih, Baginda Nabi Agung Muhammad SAW. Orang yang cinta kepada kekasihnya itu harus punya bukti (minimal 3): Harus mengetahui siapa itu kekasih kita, selalu menyebut-nyebut namanya, dan kita akan selalu mengikuti apa yang dia lakukan. “Makhluk terbaik yang diutus oleh Allah SWT. adalah Kanjeng Nabi Muhammad SAW,” jelasnya.

Jumat, 21 Oktober 2022

HABIS GELAP TERBITLAH TERANG

 



Qudsiyyahputri.com-
Kamis, 20 Oktober 2022. Kandidat Duta Santri nomor 3, Khumaeroh Izzatin Nisa’ sukses mendapat tiara Duta Santri yang disematkan oleh Duta Santri sebelumnya, Endang Sulasih. Gadis yang akrab disapa Izzatin itu mengaku bahwa dirinya sedikit tak menyangka akan terpilih menjadi Duta Santri tahun 2022, lantaran merasa penampilannya kalah dari finalis lain, yang terdiri dari kelas 3 hingga 5.

Sebelumnya, Izzatin sendiri telah mengikuti Duta Santri sejak pertama kali diadakan, yakni tahun 2020 saat ia masih duduk di kelas 2 dan selalu lolos ke babak 3. Gadis berusia 14 tahun itu mengaku tak tahu apa-apa dan sangat insecure dengan ke-5 finalis lain saat itu. Bagaimana tidak? iAa adalah finalis termuda dan satu-satunya yang masih duduk di kelas 2.

Berbeda dengan tahun ini yang ke-6 finalisnya kosong dari kehadiran kelas 2. Bisa dibilang, belum ada santri kelas 2 yang lolos ke babak 3 selain dirinya.

“Rasanya ya, nyangka-nyangka ga nyangka, udah yang ketiga kali soalnya. Kata orang-orang sih, sunnah rasul,” tuturnya. (3/11)

Izzatin adalah wujud nyata dari pantang menyerah. Pasalnya, ini adalah kali ketiga gadis itu menginjakkan kakinya di panggung grand final duta santri. Sebelum tampil gadis yang telah duduk di kelas 4 itu berpesan pada seluruh penonton untuk tak berharap banyak padanya, lantaran hal tersebut yang menyakitkan menurutnya.

Gadis kelahiran Kudus, 25 Februari 2008 itu juga memberi semangat pada santri-santri kelas 2 agar dapat kembali menghiasi panggung final Duta Santri tahun depan.

“Jangan mau kalah sama senior-seniornya, fighting!!!” imbuhnya.

Rayakan Hari Santri Qudsiyyah Putri Adakan Pemilihan Duta Santri

 



 Kudus-Qudsiyyahputri.com. Kamis, 20 Oktober 2022. Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri adakan babak final Duta Santri 2022 yang bertempat di lapangan pesantren. Event yang diadakan setahun sekali sebagai puncak rangkaian acara Hari Santri Nasional tersebut terdiri dari 3 babak yang berlangsung dari tanggal 18 hingga 20 Oktober 2022.

Babak 1 atau penyisihan menyeleksi 29 peserta terpilih yang berasal dari santri-santri kelas 2 hingga 5, dengan mengujikan 4 aspek, yaitu perkenalan berbahasa asing, Bahasa Inggris, Bahasa Arab, dan pengetahuan umum.

12 peserta yang lolos selanjutnya masuk ke babak semifinal, yang menitikberatkan pada pidato berbahasa Jawa Krama Inggil dan tambahan pengujian Bahasa Inggris, Bahasa Arab, pengetahuan umum, hafalan sesuai jurusan (tahfidz/kitab), dan membaca kitab.

Puncaknya, pada babak 3 atau final terdapat penyampaian visi-misi ke-6 finalis, unjuk bakat, dan tambahan pengujian sebagaimana yang diujikan pada babak sebelumnya.

Event yang melibatkan peserta, 5 orang penguji, beberapa staf, host, dan seluruh santri yang menonton itu berlangsung meriah, dengan kostum yang berbeda disetiap babaknya, yakni gamis untuk babak penyisihan, kreasi sarung dan baju kurung untuk babak semifinal, dan gamis bebas untuk babak final.

Senin, 19 September 2022

QUDSIYYAH PUTRI ADAKAN LATIHAN DASAR JURNALISTIK BERSAMA UIN SURAKARTA


 

Kudus-Qudsiyyahputri.com. Pada tanggal 16-18 september 2022, bertepatan pada hari Jumu’ah-Ahad,  Ponpes Qudsiyyah Putri adakan Latihan Dasar Jurnalistik (LDJ) di Villa MC Pro Kajar, Dawe, Kudus, untuk pembekalan dalam pembuatan majalah neswa edisi 3 dan pengelolaan  website Qudsiyyah Putri yang diisi oleh dosen-dosen dan mahasiswa-mahasiswa berprestasi dari UIN Surakarta.

LDJ kali ini terlihat lebih seru dan lebih mengesankan dari pada tahun-tahun sebelumnya, peserta LDJ kali ini juga cukup  berbeda, yang dimana pada tahun ini semua peserta diambil dari pengurus ISQi yang telah terseleksi dan berjumlah 35 orang.

Pada hari Jumu’ah sore setelah jama’ah ashar, semua peserta LDJ berkumpul di depan kantor untuk persiapan berangkat ke Villa MC Pro. Setelah kurang lebih 30 menit perjalanan menggunakan angkot, akhirnya mereka semua sampai ditempat yang dituju. Pada malam harinya mereka melakukan evaluasi majalah neswa edisi 2, dan pengarahan oleh pengasuh Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri tentang konsep majalah neswa edisi 3 dan website Qudsiyyah Putri, setelah selesai mereka semua beristirahat.

Di tengah malam, pemateri-pemateri dari UIN Surakarta telah sampai di Kudus, dan pada pagi harinya semua peserta berkumpul dan berkenalan dengan para pemateri. Setelah perkenalan mereka memasuki materi yang pertama, jumlah materi pada LDJ kali ini ada 9 materi, mereka menyelesaikan 9 materi tersebut selama 2 hari 1 malam. Di tengah-tengah materi mereka juga melakukan ice breaking, agar tidak terlalu sepaneng, mereka juga melakukan beberapa praktik agar saat terjun langsung di masyarakat mereka tidak kaget, dan bisa dievaluasi oleh  kakak-kakak dari UIN Surakarta. Semua kegiatan berjalan dengan lancar, santai, tetapi memahamkan.


Senin, 29 Agustus 2022

“Jejaki Akhir Bulan, Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri Adakan Sambangan”

 

Kudus-Qudsiyyahputri.com- Sambangan merupakan salah satu tradisi paling membahagiakan di Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri. Agenda rutinan yang dilaksanakan setiap akhir bulan tersebut bertujuan untuk me-restock keperluan santri selama sebulan kedepan. Pada bulan Agustus lalu, sambangan berlangsung dari tanggal 25 - 28 Agustus 2022, bertepatan dengan 27 – 30 Muharram 1444 H.

                Sambangan tersebut sekaligus menjadi pengalaman pertama bagi santri-santri kelas 7, yang mereka sambut dengan penuh antusias dan rasa tak sabar bertemu orangtua masing-masing. Akibatnya, sedikit kericuhan terjadi lantaran para santri kelas 7 tersebut terlalu antusias dan menolak untuk menanti jemputan dengan duduk diam di Mushalla. Santri-santri senior pun dikerahkan guna membantu menertibkan sambangan. Tak lupa segenap staff turun tangan pula mengatur jalannya sambangan agar tetap teratur.

                Untuk durasinya sendiri dibatasi hingga 4 jam untuk bulan ini, yakni dari pukul 15.00-19.00 WIB, dimana santri akan dibawa keluar oleh wali santri untuk kemudian diajak jalan-jalan berkeliling kota Kudus maupun berbelanja kebutuhan hingga batas waktu yang telah ditentukan. Bagi santri yang terlambat kembali ke pondok, maka akan ada ‘takziran’ atau hukuman khusus yang akan diberikan oleh pembina BK Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri.

                Kendati demikian, selalu saja ada santri yang terlambat setiap bulannya. Tentu saja, mencari takziran adalah tujuan utama santri-santri tersebut.

        Mondok tanpa takziran tuh, ibarat kaya taman tak berbunga, hehe,” tutur Risydatul Himmah, salah satu santri Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri (29/08).