Melahirkan Putri Sholihah, Salaf, dan Mandiri

Info Pendaftaran Online Santri Baru

Tata Cara dan Langkah Pendaftaran Online

KHR. Asnawi Kudus

KHR. Asnawi Muassis Madrasah Qudsiyyah dan Pendiri NU

Ngaji Online Ponpes Qudsiyyah Putri

Ngaji Online rutin setiap ba'dal maghrib selain malam jumu'ah streaming via fb dan YT Qudsiyyah Putri

Profil Ponpes Qudsiyyah Putri

Visi, Misi, Tujuan, dan Kurikulum Ponpes

Profil MTs Qudsiyyah Putri

Visi, Misi, Tujuan, dan Kurikulum MTs Qudsiyyah Putri

Jumat, 03 Mei 2024

PERKUAT SILATURRAHMI QUDSIYYAH PUTRI ADAKAN HALAL BIHALAL DAN HARLAH KE-7

 




           Masih dalam suasana bulan Syawal, Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri menyelenggarakan acara dalam rangka Halal Bihalal dan Harlah ke-7 Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri pada 2 Mei 2024 TU. / 24 Syawal 1445 H. Diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, sholawat Asnawiyyah & Qudsiyyah, tahlil, sambutan-sambutan, pembacaan maulid diba’ oleh grup rebana Mimil Mubarok yang dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Lintang Aurelia dan bu Nyai Nailin Nafisah dengan menyanyikan lagu mabruk alfa mabruk secara serempak oleh semua santri. Acara  diakhiri dengan mauidhoh hasanah oleh Dr. K.H. Idham Cholid “Salah satu cara mengangkat harkat dan martabat adalah ta’diman lissyaikh (tabarrukan guru yang kebetulan alim ulama, para kyai, termasuk guru – guru kamu sekarang)”, tuturnya.

 

Halal bihalal sendiri berasal dari Bahasa arab “halal” yang berarti diizinkan atau sah. Istilah ini rujuk pada tradisi pasca Ramadhan di Indonesia, dimana masyarakat berkumpul untuk saling meminta maaf dan mempererat tali silaturrahmi. Pencetus halal bihalal berasal dari KH. Abdul Wahab Hasbullah, yang merupakan salah satu ulama pendiri Nahdhotul Ulama'. KH.Wahab memperkenalkan istilah ini pada tahun 1948 kepada Bung Karno sebagai bentuk cara silaturrahim antar pemimpin politik yang saat itu masih memilki konflik. Halal bihalal kemudian diikuti masyarakat Indonesia secara luas, terutama masyarakat muslim di Jawa, sebagai pengikut para ulama yang kini menjadi tradisi di Indonesia.

 

Acara halal bihalal ini merujuk pada hadist Rasulullah saw.                                                    

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

(رواه البخاري ومسلم)


 Dari Anas bin Malik RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, ”Barangsiapa ingin dilapangkan baginya rezekinya dan dipanjangkan untuknya umurnya hendaknya ia melakukan silaturahim.” (HR. Bukhari dan Muslim).

 

Jumat, 29 Maret 2024

QUDSIYYAH PUTRI ADAKAN PERINGATAN MALAM NUZULUL QUR’AN

 

    Kudus, 27 Maret 2024 Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri kembali adakan peringatan malam Nuzulul Qur’an. Acara ini diselenggarakan di mushola Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri dan diikuti oleh semua santri dan tamu undangan. Berbeda dengan tahun sebelumnya, acara kali ini bersamaan dengan haul KH. Ma’ruf Asnawi ke -16 dan haul KH. Sya’roni Ahmadi ke-3. Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri juga turut mengundang Hj. Qurrotu Aini S.Psi, MSM yang merupakan yang merupakan PJ Bupati Kudus. Beliau juga merupakan lulusan Universitas Indonesia.

 

    Semua santri Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri sangat antusias mengikuti acara ini. Terbukti saat beliau Hj. Qurrotin Aini menanyakan mengenai cita cita, Zara Aulia dan Dewi Farida menjadi perwakilan santri menjawab jika mereka ingin menjadi dokter dan perawat. “Sebagai pelajar kalian wajib mempunyai masa depan dan cita cita” Itulah pesan yang beliau sampaikan sebelum mengakhiri pidatonya.

PENGHUJUNG RAMADHAN, PONDOK PESANTREN QUDSIYYAH PUTRI ADAKAN IFTAR JAMA’I




          Untuk mempererat tali silaturrahim, mengisi waktu luang, dan menjadi sarana interaksi positif, Pengurus Ikatan Santri Qudsiyyah Putri (ISQi) mengadakan kegiatan Iftar Jama’i atau Buka Bersama yang berlokasi di halaman Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri.

 

        Kegiatan diawali dengan penampilan rebana oleh Mimil Mubarok pada Kamis sore, 18 Ramadhan 1445 H. / 28 Maret 2024 TU. Acara dimulai pada pukul 16.00 – selesai. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh santri Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri beserta guru dan karyawan. “Alhamdulillah pada sore hari ini Ifthor Jama’i bulan Ramadhan tahun ini dapat dilaksanakan kembali yang memang kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan pada bulan puasa”, tutur ketua panitia dalam mengawali sambutannya.

 

        Acara dilanjutkan dengan penampilan ghina arabi, storytelling dan kultum. Pada tengah-tengah acara juga terdapat mini quiz yang menambah keseruan acara ini. “Sedekah bukan hanya memberikan harta kita kepada sesama yang membutuhkan, tetapi sedekah juga merupakan suatu amal yang sangat diberkahi dihadapan Allah SWT.” Ucap Silviyana dalam menyampaikan kultumnya.

 

        Dengan berlangsungnya kegiatan ini, santri Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri diharapkan dapat mengambil ilmu dan hikmah dari acara tersebut.

Senin, 18 Maret 2024

BULAN PENUH BERKAH, PONPES QUDSIYYAH PUTRI ADAKAN BALAGH RAMADLAN


Kudus, tepat pada bulan Ramadlan ponpes Qudsiyyah Putri adakan kegiatan rutinan Balagh Ramadlan. Dinamakan Balagh Ramadlan karena berasal dari kata “بلغ” yang artinya “sampai”, maksudnya telah sampailah bulan suci Ramadlan. Guna menyambut Ramadlan kali ini, kegiatan Balagh Ramadlan berisi ngaji maknani posonan. Ngaji posonan ini dibagi menjadi dua kelas, yakni kelas Ula dan kelas Wustho. Kelas Ula terdiri dari santri kelas 1 dan 2, sedangkan kelas Wustho terdiri santri kelas 3 sampai kelas 6. Kegiatan ini berlangsung setiap hari setelah darusan Al-Qur’an sekitar pukul 21:00-21:30 WIB. Bagi kelas Wustho mendapat tambahan ngaji khusus pada Jumu’ah pukul 08:00-10:00 WIB.


Balagh Ramadlan diterapkan untuk menyambut keberkahan bulan suci Ramadlan serta mengisi waktu luang santri dengan kegiatan yang lebih efektif dan positif. Tempat yang digunakan ngaji posonan kelas Ula berada di Aula lantai 4 gedung asrama ponpes Qudsiyyah Putri, sedangkan kelas Wustho bertempat di Musholla Qudsiyyah Putri.


Kitab posonan yang digunakan setiap kelas berbeda-beda, begitupun setiap harinya. Bagi yang mengaji di Musholla, pada malam Sabtu kitab yang digunakan adalah أداب العالم والمتعلم yang diajarkan oleh Bu Nyai Nailin Nafisah, malam Ahad رسالة آهل السنة والجماعة yang diajar oleh Bapak H. Sholikhul Hadi, malam Senin  فتح القريبyang diajar Bapak Muhammad Thoriq, malam Selasa المجالس السنية diajar oleh Bapak Miftakhur Rohman, malam Rabu تفسير الجلالين diajar oleh Bapak H. Sholikhul Hadi, malam Kamis منهاج المتعلم yang diajar oleh Bapak Kyai Muhammad Isbah Kholili, kemudian akan dilanjut pada Jumu’ah pagi.


Begitupun dengan kelas Ula, kitab yang digunakan juga berbeda beda. Yakni, pada malam Sabtu kitab yang digunakan بلوغ المرام yang diajar Bapak Miftakhur Rohman, malam Ahad وصايا الاباء للابناء diajar Bu Nyai Nailin Nafisah, malam Senin تفسير الجلالين diajar Bapak H. Sholikhul Hadi, malam Selasa نور الظلام diajar Bapak H. Sholikhul Hadi, malam Rabu خلاصة نور اليقين diajar Bapak Kyai Isbah Kholili, malam Kamis متن سفينة النجاة diajar Bapak Muhammad Thoriq.


Harapannya, dengan adanya kajian Balagh Ramadlan semua santri dapat menjalankan ibadah puasa Ramadlan dengan penuh semangat, hati yang ikhlas dengan tekad yang kuat.

 

Meriahkan Ramadhan dengan Tadarus Al-Qur’an

 

        Kudus - qudsiyyahputri.com (17/03/2024) Dalam rangka memeriahkan bulan Ramadlan yang disebut juga ‘Syahrol Qur’an’ Ponpes Qudsiyyah Putri adakan Tadarus Al-Qur’an, kegiatan rutin yang ada pada bulan Ramadlan ini dilaksanakan setiap hari, selepas salat tarawih atau pada pukul 21.00, dalam tadarus ini para santri terbagi menjadi 2 majelis, yaitu majelis utama dan majelis umum.

          Pada majelis umum yang berada di kamar masing-masing, dibentuk 2 kelompok majlis tadarus dengan didampingi pembina masing-masing, setiap kelompok mendapatkan bagian 1 juz yang dibaca setiap santri secara tartil estafet per halaman dan disimak oleh anggota kelompoknya masing-masing, lalu pada majelis utama yang bertempat di musholla dan diisi oleh santri yang sudah ditentukan oleh pengasuh, setiap santri membaca estafet 1 halaman secara urut dan tertib (tartil dan bertajwid) sama seperti majlis umum pada majlis utama setiap kelompok juga membaca 2 juz/malam, bergilir sesuai jadwal yang telah ditentukan.

         Puncak acara tadarusan ini adalah pada tanggal 18 Ramadlan atau 28 Maret, dalam puncaknya yang sekaligus memperingati Nuzulul Qur’an akan di adakan khataman bersama, target dari khataman ini adalah 30 khataman (26 khataman majelis umum dan 4 khataman majelis utama). Semoga dengan adanya kegiatan tadarus ini para santri dapat menambah kecintannya terhadap Al Qur’an dan mendapatkankan rahmat serta syafa’at Al Qur’an, aamiin.