Melahirkan Putri Sholihah, Salaf, dan Mandiri

Info Pendaftaran Online Santri Baru

Tata Cara dan Langkah Pendaftaran Online

KHR. Asnawi Kudus

KHR. Asnawi Muassis Madrasah Qudsiyyah dan Pendiri NU

Ngaji Online Ponpes Qudsiyyah Putri

Ngaji Online rutin setiap ba'dal maghrib selain malam jumu'ah streaming via fb dan YT Qudsiyyah Putri

Profil Ponpes Qudsiyyah Putri

Visi, Misi, Tujuan, dan Kurikulum Ponpes

Profil MTs Qudsiyyah Putri

Visi, Misi, Tujuan, dan Kurikulum MTs Qudsiyyah Putri

Selasa, 28 Mei 2024

Malam Muwada’ah Angkatan 2, Perpisahan Membawa Keberkahan


 

Setiap pertemuan pasti ada perpisahan, begitulah ritme hidup diberlakukan 6 tahun masa yang telah dihabiskan kelas 6 (angkatan 2) untuk menimba ilmu di madrasah dan pondok pesantren Qudsiyyah Putri.

 

Senin (27/05) 2024 pondok pesantren Qudsiyyah Putri melaksanakan muwada’ah kelas 6 yang bertempat di halaman pondok pesantren Qudsiyyah Putri yang diikuti oleh wali santri dari kelas 6, dewan guru, karyawan, dan seluruh santri pondok pesantren Qudsiyyah Putri. Acara ini dibuka oleh KH. Fathur Rohman. Kemudian pembacaan ayat suci al-quran, sholawat Asnawiyyah dan Qudsiyyah, dilanjut penampilan dari program tahfidz dan kitab.

                                                                                                                                         

 يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ, orang yang berilmu akan diangkat derajat oleh Allah SWT,” tutur KH. Noor Halim Ma’ruf dalam mauidhoh hasanahnya.

 

Acara selanjutnya baca kitab yang dipimpin oleh ustadz Fathur Rozak dan masing-masing santri diberi maqro’ kemudian diberi pertanyaan seputar nahwu.

 

Sambutan pertama dari Yayasan Qudsiyyah Menara Kudus yang disampaikan oleh Prof. Dr. Ihsan. “Apa-apa yang orang lain bisa kalian pasti bisa,” ucap pengasuh pondok pesantren Qudsiyyah Putri dalam sambutannya. Sambutan ketiga dari wali santri yang diwakilkan oleh bapak Suroto yang merupakan wali santri dari Sabti Widuri.

 

Pemberian syahadah diberikan oleh ustadz Isbah Kholili dan ibu Nailin Nafisah pada mutakhorijat pondok pesantren Qudsiyyah Putri, dilanjut foto bersama. Yang terakhir moment paling mengharukan menitikkan air mata adalah penayangan film dokumenter, mengingat kenangan yang telah dihabiskan di pondok pesantren Qudsiyyah Putri.

Sabtu, 25 Mei 2024

Penyuluhan Psikologi dengan Tema “Toxic Friendship” Bersama Rumah Sakit Islam Sunan Kudus


Pada hari Jumu’ah Legi, 15 Dzulqo’dah 1445 H. /24 Mei 2024 TU. telah diselenggarakan penyuluhan kesehatan bersama Rumah Sakit Islam Sunan Kudus. Penyuluhan Kesehatan kali ini menjelaskan tentang toxic friendship dan pengembangan potensi yang disampaikan oleh kakak-kakak mahasiswi dari Universitas Sultan Agung (UNISULA) Semarang. Acara ini diikuti oleh semua santri mulai pukul 09.00 WIB sampai 11.00 di Aula Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri.

Diadakan penyuluhan kesehatan tentang toxic yang bertujuan untuk menambah wawasan dan menumbuhkan rasa cinta terhadap diri sendiri dan orang lain. ’’Kalau mencari teman itu yang baik, seperti hadist Rasulullah SAW. Sebaik-baiknya manusia adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain, tidak menerima kejelekan orang lain itu sudah termasuk hal baik,’’ ujar M. Isbah Kholili dalam sambutannya selaku pengasuh pondok pesantren Qudsiyyah Putri.

Toxic friendship adalah pertemanan tidak sehat yang hanya menguntungkan di satu sisi dan merugikan sisi lainnya. Oleh karena itu, dengan diadakannya kegiatan ini kita dapat mengetahui berbagai dampak yang diakibatkan oleh pertemanan tidak sehat, serta solusi yang dapat mengatasi pertemanan tidak sehat tersebut.

’’Aku sehat, aku kuat, aku akan baik-baik saja,’’ itulah salah satu slogan penyemangat yang diberikan oleh psikologi RSI Sunan Kudus kepada semua santri pondok pesantren Qudsiyyah Putri. Semua santri mengikuti acara ini sangat antusias dan mendengarkan materi dengan baik.

Jumat, 03 Mei 2024

PERKUAT SILATURRAHMI QUDSIYYAH PUTRI ADAKAN HALAL BIHALAL DAN HARLAH KE-7

 




           Masih dalam suasana bulan Syawal, Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri menyelenggarakan acara dalam rangka Halal Bihalal dan Harlah ke-7 Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri pada 2 Mei 2024 TU. / 24 Syawal 1445 H. Diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, sholawat Asnawiyyah & Qudsiyyah, tahlil, sambutan-sambutan, pembacaan maulid diba’ oleh grup rebana Mimil Mubarok yang dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Lintang Aurelia dan bu Nyai Nailin Nafisah dengan menyanyikan lagu mabruk alfa mabruk secara serempak oleh semua santri. Acara  diakhiri dengan mauidhoh hasanah oleh Dr. K.H. Idham Cholid “Salah satu cara mengangkat harkat dan martabat adalah ta’diman lissyaikh (tabarrukan guru yang kebetulan alim ulama, para kyai, termasuk guru – guru kamu sekarang)”, tuturnya.

 

Halal bihalal sendiri berasal dari Bahasa arab “halal” yang berarti diizinkan atau sah. Istilah ini rujuk pada tradisi pasca Ramadhan di Indonesia, dimana masyarakat berkumpul untuk saling meminta maaf dan mempererat tali silaturrahmi. Pencetus halal bihalal berasal dari KH. Abdul Wahab Hasbullah, yang merupakan salah satu ulama pendiri Nahdhotul Ulama'. KH.Wahab memperkenalkan istilah ini pada tahun 1948 kepada Bung Karno sebagai bentuk cara silaturrahim antar pemimpin politik yang saat itu masih memilki konflik. Halal bihalal kemudian diikuti masyarakat Indonesia secara luas, terutama masyarakat muslim di Jawa, sebagai pengikut para ulama yang kini menjadi tradisi di Indonesia.

 

Acara halal bihalal ini merujuk pada hadist Rasulullah saw.                                                    

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

(رواه البخاري ومسلم)


 Dari Anas bin Malik RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, ”Barangsiapa ingin dilapangkan baginya rezekinya dan dipanjangkan untuknya umurnya hendaknya ia melakukan silaturahim.” (HR. Bukhari dan Muslim).