Melahirkan Putri Sholihah, Salaf, dan Mandiri

Info Pendaftaran Online Santri Baru

Tata Cara dan Langkah Pendaftaran Online

KHR. Asnawi Kudus

KHR. Asnawi Muassis Madrasah Qudsiyyah dan Pendiri NU

Ngaji Online Ponpes Qudsiyyah Putri

Ngaji Online rutin setiap ba'dal maghrib selain malam jumu'ah streaming via fb dan YT Qudsiyyah Putri

Profil Ponpes Qudsiyyah Putri

Visi, Misi, Tujuan, dan Kurikulum Ponpes

Profil MTs Qudsiyyah Putri

Visi, Misi, Tujuan, dan Kurikulum MTs Qudsiyyah Putri

Jumat, 16 Juni 2023

PERAN PONDOK PESANTREN DALAM MENUMBUHKAN JIWA WIRAUSAHA SANTRI Oleh: Muallifatus Sholihah

  





Pondok pesantren merupakan Lembaga Pendidikan islam tertua di Indonesia. Sejarah pertumbuhan dan perkembangan pondok pesantren hingga saat ini menunjukkan bahwa ia memiliki basis yang sangat kuat pada masyarakat.

            Misi awal didirikan pondok pesantren adalah untuk membentuk para santri dan lulusannya agar memiliki pengetahuan agama yang luas melalui kitab kuning. Namun, dengan adanya dinamika masyarakat, maka pondok pesantren yang bersentuhan langsung dengan masyarakat mengalami dinamika dan perkembangan pula.

            Di bidang Pendidikan pondok pesantren memiliki peranan yang sangat signifikan dengan memberikan kontribusi penting terhadap Upaya mencerdaskan kehidupan bangsa terutama bidang keagamaan dalam bertafaqquh fiddin. Dibidang lainnya pondok pesantren kerap membuat decak kagum para pemerhatinya. Berbagai Upaya yang dilakukan oleh pengelola / atau pimpinan menjadikan pondok pesantren sebagai pusat pengembangan potensi umat pada pelayanan masyarakat di berbagai bidang. Melihat sejarah Panjang pondok pesantren dan menjadi salah satu sub sistem dari sistem Pendidikan nasional selain dalam bidang keagamaan ia juga membekali santri-santrinya keterampilan dan kemandirian yang tidak kalah dengan lulusan Lembaga lainnya.

·         Pendidikan kemandirian pondok pesantren

Pada umumnya pondok pesantren didirikan oleh para ulama secara mandiri, sebagai tanggung jawab ketaatan pada Allah SWT untk mengajarkan, mengamalkan, mendakwahkan ajaran-ajaran islam yang sudah diketahui. Karena pesantren didirikan oleh para ulama atau tokoh agamanya dengan visinya masing-masing maka kurikulumnya pun sangat beragam. Tetapi terdapat kesamaan fungsi Pendidikan pondok pesantren yaitu pondok pesantren sebagai pusat Pendidikan dan pendalaman ilmu-ilmu pengetahuan islam dan sebagai pusat dakwah islam. Mengingat pendirian dan pengelolaan dilakukan secara mandiri oleh para ulama dan masyarakat pendukungnya, maka dikalangan santri pun tumbuh pula jiwa kemandirian, keikhlasan dan kesederhanaan. Jiwa dan sikap tersebut memang selalu ditumbuhkan dan selalu tampak dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan pesantren. Jiwa kemandirian para santri mula-mula ditumbuhkan melalui bimbingan dalam mengurus sendiri kebutuhannya sehari-hari seperti menyiapkan makan, mencuci, membersihkan kamar tidur dan sebagainya. Semakin dewasa santri diserahi tanggung jawab mengurus satu bagian kegiatan pesantren. Kemudian ketika menjadi senior diberi tanggung jawab memimpin adik-adiknya atau diserahi tugas mengembangkan program-program pesantren seperti megurus kegiatan mengaji, koperasi pesantren, kegiatan ekstra kulikuler santri dan sebagainya.

            Diakui bahwa Pendidikan pesantren telah banyak berperan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Pondok pesantren telah banyak ulama, tokoh bangsa, tokoh masyarakat. Hingga kini pondok pesantren masih tetap eksis dan semakin berkembang dan tetap konsisten melakukan fungsinya, mendidik, membimbing para santri, dam menyiapkan mereka dalam peranan kelak di masyarakat. Banyak pondok pesantren yang kini tidak hanya berlandasan pada keislaman saja, namun juga menjadi penggerak kegiatan kewirausahaan dan pusat ekonomi lingkungan sekitarnya.

·         Santri berdakwah dan berwirausaha

Dalam buku-buku sejarah disebutkan bahwa agama islam masuk ke nusantara dibawa dan didakwahkan oleh para pedagang atau saudagar dari Gujarat, dan Sebagian pedagang dari arab Persia. Mereka berdagang membawa dan menjual barang-barang dari tanah asalnya dan membeli rempah-rempah dari penduduk untuk dibawa ke daerahnya. Para pedagang dari manca negara tersebut banyak yang kemudian menetap di Indonesia, bahkan banyak yang menikah dan berkeluarga dengan penduduk setempat. Mereka berdagang dan mengembangkan kewirausahaan sambil terus berdakwah kepada masyarakat sekitarnya. Dari masa kemasa dakwah islam banyak dilakukan oleh para wirausahawan. Hingga kinipun banyak terdapat muballigh yang memiliki kegiatan usaha sebagai penopang kegiatan dakwahnya. Kalau para pendakwah/muballig adalah para pedagang /wirausahawan, maka sangat wajar bila para santri juga bercita-cita menjadi wirausahawan. Tentu saja dalam menjalankan usahanya harus lebih mampu menunjukkan nilai-nilai ajaran islam dan konsisten dalam menjaga etika bisnisnya. Sehingga dirinya akan lebih berharga dan bernilai dari pada harta yang dimiliki, orang lain bukan hormat kepadanya lantaran kekayaan yang dimiliki melainkan karena kejujuran dan akhlaqul karimah.

            Selain itu, pondok pesantren dan santri santrinya hendaknya selalu berusaha untuk bisa istiqomah dan berikhtiyar dalam mensinergikan antara kehidupan yang berorientasi pada kebaikan dunia dan kebaikan akhirat.

            Memang benar kalau hanya untuk memenuhi kebutuhan makan, minum, berpakaian sekedarnya, asalkan kita mau berusaha tentu Allah menyediakan rizki baginya karena memang Allah telah menjamin rizi makhluqnya. Tetapi untuk dapat mengamalkan perintah-perintah Nya seperti mengeluarkan zakat, berqurban, menunaikan haji, menyantuni anak yatim, fakir dan miskin dan lain sebagainya maka umat islam perlu berusaha untuk menjadi orang yang mampu melakukan semua itu. Untuk itu kita sebagai santri sudah selayaknya terus berupaya dengan baik(propesional), penuh semangat, memiliki daya saing agar menjadi mukmin yang kuat dan mampu beramal/ berbuat banyak. Untuk itu patut kiranya kita mencontoh kemandirian Rasulullah SAW dalam berwirausaha waktu itu tidak lepas dari kejujuran dan profesionalitas dalam bisnisnya, juga pembinaan kemandirian sejak kecil oleh kakeknya atau pamannya. Karena itu alangkah baiknya bila sejak kecil para santri mulai senang belajar mandiri serta belajar berwirausaha. Tentu, mulai dari yang kecil dan terus belajar melihat da memanfaatkan peluang yang ada pada diri dan lingkungannya.

            Pondok pesantren sebaga Lembaga Pendidikan islam disamping tetap melaksanakan fungsinya sebagai pusat Pendidikan dan pendalaman ilmu-ilmu agama, juga harus membekali para santrinya dengan Pendidikan keterampilan. Jiwa kemandirian yang telah tumbuh di lingkungan pondok pesantren merupaka modal besar yang harus dikembangkan. Para santri sendiri sebagai generasi muda juga sangat perlu mempersiapkan diri untuk menghadapi dan mewujudkan masa depan yang lebih cerah, sehingga kelak disamping mampu berdakwah dengan baik juga mampu berwirausaha dengan sukses.

            Agama islam sebagai ajaran yang kaffah sngat mendorong umatnya untuk dapat hidup sejahtera di dunia maupun di akhirat. Untuk hidup sejahtera di akhirat telah jelas ketentuan dan persyaratannya. Sedangkan untuk mewujudkan kehidupan yang sejahtera di dunia seorang muslim harus memiliki kemampuan dan keterampilan bekerja dan berusaha. Masih banyak anggota masyarakat yang miskin, bodoh, dan tertindas. Mereka memerlukan uluran tangan dari umat islam yang kuat. Kitalah yang diharapkan menjadi muslim yang kuat. Kuat imannya, kuat ilmunya, kuat hartanya, dan kuat kedudukannya. Maka, kita akan menjadi khoiro ummah yang mampu melakukan banyak amar ma’ruf dan nahi mungkar.

Daftar pusaka:

Ø  Alma, buchori. Kewirausahaan.

Bandung: Alfabeta 2003

Ø  Ari ginarjar. Emotional spiritual quotient. Jakarta: Arga, 2001

Ø  Muhammad Nasri. Sundarini. Kewirausahaan santri bimbingan santri mandiri. Jakarta: PT. Citra yudha. 2004

Ø  Iping supingah. 2021. “Erik thohir terkesan dengan jiwa wirausaha santri”, http:// www. Suarasurabaya, net/ekonomi bisnis/2021/Erick-thohir terkesan dengan jiwa wirausaha  para santri/      




Rabu, 14 Juni 2023

Majelis Simaan Santri Menjelang Liburan




 

        KUDUS-Qudsiyyahputri.com. Dewan Pembina program tahfidz Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri mengaktifkan majelis tasmi’ atau simaan santri, yang sudah menjadi tradisi santri Ponpes Qudsiyyah Putri   program tahfidz saat menjelang liburan semester ganjil maupun liburan kenaikan kelas, pada Senin-Selasa, 12-13 Juni 2023, majelis sima’an dimeriahkan oleh santri tahfidz sebanyak ±212 santri.

            Majelis dibuka oleh Pengasuh Ponpes Qudsiyyah Putri sekaligus sambutan pada Senin siang, (12/06/2023). Yang berlokasi di Aula Lantai 4 Gedung Ponpes Qudsiyyah Putri. Pembukaan diawali dengan pembacaan Surat Al-Fatihah kemudian pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an dan disusul dengan pembacaan Sholawat Asnawiyyah dan Qudsiyyah bersama. “Kegiatan tasmi’ ini tujuannya tak lain adalah agar santri-santri program tahfidz terbiasa muroja’ah hafalan dan muroja’ahnya ini harus dengan tartil dan sesuai kaidah ilmu tajwid,” ujar ustadz Isbah Kholili dalam sambutannya.

            Majelis tasmi’ diadakan secara berkelompok yang terdiri dari 3 santri, dengan ketentuan 1 santri sebagai qori’ dan 2 santri lainnya sebagai penyimak. Santri yang menjadi qori’ harus membacakan hafalan yang telah ia punya secara bil ghoib didepan penyimaknya masing-masing. Syarat hafalan yang dibacakan yakni minimal 3 juz dan tidak ada batasan maksimalnya. Lokasi yang digunakan yakni Aula Lantai 4 dan beberapa kamar Gedung Lantai 1 yang telah dipersiapkan.

            Para peserta tasmi’ menyiapkan diri jauh-jauh hari sebelum majelis tasmi’ ini diadakan. Guna memaksimalkan hafalan Al-Qur’an mereka yang akan dibacakan secara bil ghoib pada saat majelis tasmi’ ini berlangsung. “Pertama kali mengikuti tasmi’, saya merasa pesimis sebelum mencobanya. Mungkin karena takut kalau nantinya tidak bisa. Apalagi saat tibanya hari tasmi’ berlangsung, saya merasa deg-degan dan nerves tentunya. Karena baru pertama kali ngaji sambil megang mix. Kemudian seiring berjalannya waktu, ketika diadakan majelis tasmi’ lagi saya tidak terlalu nerves dan sudah merasa biasa saja. Majelis tasmi’ ini baik untuk melatih diri agar hafalan Al-Qur’an santri tetap terjaga,” begitulah perasaan Nur Maziyyah, salah satu peserta tasmi’ dari kelas 4 Tahfidz B.

            Majlis sima’an berakhir pada Selasa sore, (13/06/2023). Acara diawali dengan prosesi khataman Al-Qur’an yang kemudian dilanjut dengan sambutan beserta penutupan majelis oleh Pengasuh Ponpes Qudsiyyah Putri. 

MALAM AKULTURASI SENI DAN SANTRI AWARD DI QUDSIYYAH PUTRI

 




Qpee’s fest,itulah sebutan yang sering didengar santri-santri Ponpes Qudsiyyah Putri ketika akan diadakan pertunjukan bakat-bakat santri. Qpee’s fest adalah kepanjangan dari qudsiyyah putri festival, biasanya qpee’s fest digelar pada malam hari, tak terkecuali tahun ini. Qpee’s fest ini sudah ada sejak 2 tahun lalu, dan ini adalah ketiga kali diadakannya Qpee’s fest yang bertepatan pada tanggal 13 Juni 2023 TU / 25 Dzulqo’dah 1444 H. 

Qpee’s fest kali ini tak jauh berbeda dari tahun sebelumnya, dimana masing-masing angkatan mengirimkan perwakilan yang akan menampilkan 2 pertunjukan yang telah ditentukan oleh panitia, dan semua penampilan berjumlah 10, dari kelas 1 sampai kelas 5.

Adapun penampilan yang akan ditampilkan diantaranya adalah: tari tradisional, drama, ghina aroby, sing off, sing song, dan pantomim. Ada juga penampilan spesial dari putra putri pak kyai dan bu nyai, yaitu: menyanyi dan pembacaan puisi, yang dilanjutkan dengan penampilan-penampilan dari santri-santri Ponpes Qudsiyyah Putri.

Tak lupa juga, disela-sela penampilan dari para santri, ada penobatan santri award yang telah dipilih oleh pak kyai dan pembina Ponpes Qudsiyyah Putri. Santri award kali ini ada 5 nominasi, yaitu : santri terbaik hafalan Al-Qur’an, santri terbaik hafalan Alfiyyah, santri termultitalent, santri terkece ,dan santri tergalak.

Santri award ini telah ada sejak tahun lalu, tetapi dengan nominasi yang cukup berbeda.  ”Santri terbaik hafalan Al-Qur’an dan Alfiyyah akan ada disetiap tahunnya, karena itu adalah ciri khas dari Qudsiyyah Putri yang ada 2 program yakni : tahfidz dan kitab,untuk yang lain hanya tambahan” ujar kyai Isbah Kholili.

2 acara yang dilangsungkan bersamaan ini berlangsung dengan lancar, yang di pandu oleh 2 host dari kelas 3 yaitu: Zara dan Sabila. Acara ini juga live streaming di youtube dan facebook Qudsiyyah Putri yang bisa di saksikan oeh pemirsa di rumah, terutama para wali santri Ponpes Qudsiyyah Putri.