Melahirkan Putri Sholihah, Salaf, dan Mandiri

Info Pendaftaran Online Santri Baru

Tata Cara dan Langkah Pendaftaran Online

KHR. Asnawi Kudus

KHR. Asnawi Muassis Madrasah Qudsiyyah dan Pendiri NU

Ngaji Online Ponpes Qudsiyyah Putri

Ngaji Online rutin setiap ba'dal maghrib selain malam jumu'ah streaming via fb dan YT Qudsiyyah Putri

Profil Ponpes Qudsiyyah Putri

Visi, Misi, Tujuan, dan Kurikulum Ponpes

Profil MTs Qudsiyyah Putri

Visi, Misi, Tujuan, dan Kurikulum MTs Qudsiyyah Putri

Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 September 2026

NASYID EL-MAHABBA 2026/2027

 

NASYID EL-MAHABBA 2026/2027

 

Penanggung Jawab        : Muhammad Ainun Najib      

Pembimbing                  : Nor Saidah

Ketua                           : Qothrun Nada Raihana

Wakil Ketua                  : Lanahdiyana Abela Zahara

Sekretaris                     : Tsuroyya Hilmi Mumtaza

                                      Labibah Azkiya’

Bendahara                    : Cahya Fionna Fawwaz

                                      Eka Ayu Fanila

Tata Usaha                   : Janeeta Aurelia

                                      Hilmiya Ayu Ramadhani

Anggota                        : Fira Syafaatin Nihaya

                                      Syifa Mahdaliya

                                      Fathimah Khairun Nisa

                                      Dynar Azza Aulya Syah

                                      Fadlila Annisa Husna

                                      Shafa Urwatul Wusqo

                                      Arina Alfiyana Rizqi

                                      Alena Hilyamuna Habibi

                                      Hafizah Zahrotul Mubin

                                      Ana Manthiqotul Umami

                                      Dinny Dzakiyah Sakhi

                                      Lia Maimunatuz Zahra

                                     

 

                         

Minggu, 20 September 2026

SUSUNAN TIM WEBSITE QUDSIYYAH PUTRI 2026-2027

SUSUNAN TIM WEBSITE 

QUDSIYYAH PUTRI 2026/2027


Pimpinan Redaksi        : Fathin Tsurayya

Redaktur Pelaksana      :  Luthfiyah

Redaktur                       :  Najmia Habiba

                                         Najman Nafila

                                         Zahra Mufida 'Althafunnisa

Sekretaris                      : Ayudhia Khalila

Reporter                        : Nafisa Aniq Rosyada

                                        Lugiyana Elok Faiqoh

                                        Nafisa Akmalina Tanziila

Editor                            : Najwa Fathiyyatul Yumna

                                        Wafiq Lailatun Nadhifah 

                                        Rhegina Putri Salwa

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN NESWA EDISI 6 DAN PEMBENTUKAN TIM NESWA EDISI 7

Laporan pertanggungjawaban ini dilakukan sebagai bentuk tanggungjawab selama satu periode, untuk mengevaluasi kesalahan yang terjadi, mengukur kemampuan tim redaksi, serta menjadi acuan atau bahan pembelajaran agar kedepannya tidak terjadi kesalahan yang sama. Laporan pertanggungjawaban NESWA edisi 6 dan Pembentukan tim NESWA edisi 7 dilaksanakan pada 17- 18 September 2026 TU. / 5 - 6 Rabi'ul Akhir 1448 H di Perpustakaan Baitul Hikmah Qudsiyyah Putri. Acara ini diawali dengan pembacaan Sholawat Asnawiyyah Qudsiyyah, yang di pimpin oleh Khaerani Yumna Titis Styaningrum dan Izzana Aidil Arafah. Kemudian di lanjut sambutan oleh Pengasuh Pondok Pesanten Qudsiyyah Putri Bapak Muhammad Ainun Najib. 

 

Laporan pertanggungjawaban NESWA Edisi 6 dibacakan oleh Alfaina Rosyada sebagai Pimpinan Umum didampingi dengan Nazila Ikmaliyalatho sebagai Sekretaris dan Janeeta Aurelia sebagai Bendahara NESWA  Edisi 6. Acara dilanjut dengan evaluasi tim NESWA Edisi 6 dengan harapan meminimalisir terjadinya kesalahan untuk Tim Neswa edisi 7. Evaluasi dipimpin oleh Elmaba Qirani sebagai Pimpinan redaksi NESWA Edisi 6 dan Atik Abidah sebagai Pimpinan Website Qudsiyyah Putri 2025 - 2026.

 

Di hari kedua, dilanjut dengan sesi pemilihan Pimpinan Umum, Pimpinan Redaksi dan Pimpinan Website. Untuk calon kandidat Pimpinan Umum dan Pimpinan Redaksi yakni Janeeta Aurelia, Nadhifa Luthfiyatunnisa Aula, dan Dhiza Arihna Ilma Aghnia. Selamat untuk Janeeta Aurelia sebagai Pimpinan Umum dan  Nadhifa Luthfiyatunnisa Aula  sebagai Pimpinan Redaksi. Untuk calon kandidat Pimpinan Website yakni Fathin Tsurayya, Najmia Habiba, dan Ayudhia Khalila. Selamat untuk Fathin Tsurayya terpilih menjadi Pimpinan Website.

 

Setelah semuanya terpilih, seluruh pimpinan membacakan divisi masing - masing anggotanya yang akan diemban selama 1 periode kedepan. Lalu masing - masing divisi kumpul untuk mengemukakan pendapat dan saran tema untuk Majalah NESWA Edisi 7. Semua tema dari masing - masing divisi telah terkumpul, dari sekian banyak saran tema telah disortir dan terpilihlah 3 tema, dari 3 tema tersebut terpilihlah 1 tema yang Insyaallah akan memberi pengaruh besar kepada masyarakat. 

 

Acara ini ditutup oleh Janeeta Aurelia sebagai Pimpinan Umum, karena Bapak Muhammad Ainun Najib sedang berhalangan hadir. Akhir acara, sesi sayonara dengan tim edisi 6 dan sesi foto bersama. Diharapkan untuk edisi 7 lebih baik, tepat waktu, efektif, disiplin, amanah dan tentunya bekerja sesuai tupoksi dan porsi masing - masing.    

 

Selasa, 15 September 2026

PERAN PESANTREN DI ERA GLOBALISASI


Di tengah globalisasi yang segalanya dapat kita ketahui dengan satu kali pencarian, banyak manfaat yang dapat kita petik dari arus zaman saat ini. Kita bisa dengan mudah mengakses berbagai hal, mulai dari berkomunikasi, ilmu pengetahuan umum, ilmu agama, hingga berita terkini. Zaman sekarang semuanya serba mudah. Ini termasuk hal besar yang harus kita syukuri, namun dengan segalanya yang serba mudah inilah tantangan yang harus dihadapi generasi penerus bangsa.

Maka dari itu, pesantren sebagai pilar moral bangsa tidak hanya mencetak generasi yang berilmu agama, pesantren juga berperan sebagai wadah pembentukan karakter. Di tengah arus globalisasi ini, pesantren membentuk pola pikir dan gaya hidup cerdas bagi santri, mengajarkan bagaimana berakhlak mulia, bertanggung jawab, berjiwa sosial, dan penuh kejujuran. Pesantren akan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan. Pesantren sebagai bukti nyata moral dan spiritual tetap relevan di tengah arus zaman saat ini. Di era yang serba cepat dan materialistik, pesantren juga berperan sebagai pengingat bangsa agar tetap menjaga moral dan budaya bangsa.

Pesantren mengajarkan nilai luhur, kejujuran, kesederhanaan, dan tanggung jawab pada santrinya. Karakter santri yang mandiri, saling menghargai dan menghormati membuat para santri siap berpartisipasi dalam peradaban dunia dengan tetap melekatkan moral dan budaya bangsa. Para generasi harus sebijak mungkin dalam berpartisipasi di era globalisasi. Sejurus dengan itu, globalisasi harus bisa membuat kita maju bukan hilang kendali.

Seperti yang diketahui beragam program diberikan pesantren untuk para santrinya agar tetap menghasilkan generasi terbaik penerus bangsa, antaranya: pembelajaran adab dan pengajaran kitab klasik.

Adab bukan hanya suatu pelengkap, penerapan adab adalah inti pembentukan karakter yang baik dalam lingkup pondok atau bermasyarakat. Selain menjaga akhlak dan moral, pembelajaran adab di pesantren merupakan salah satu jalur mencetak pemimpin berkarakter yang dapat menjaga identitas dan budaya bangsa. Dengan keberlanjutan nya adab terjagalah nilai-nilai dan norma di masyarakat.

Selain pembelajaran adab, pengajaran kitab klasik juga membuahkan hasil yang mendalam bagi masyarakat dan bangsa. Sebab dengan adanya santri yang memahami dan menguasai kitab klasik sebagai sumber ilmu, pedoman moral, dan warisan keilmuan islam, mereka mampu menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari serta memberi kontribusi positif bagi kemajuan masyarakat.

Berkembangnya pesantren bisa dilihat dari cara pembelajaran yang lebih modern dengan mengombinasikan ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum. Zaman sekarang lulusan pondok pesantren juga memiliki kualitas yang memadai. Pesantren sebagai pendidikan moral bukanlah lembaga yang akan tertinggal, justru peran pesantren lah yang akan semakin dibutuhkan untuk tetap menjaga keseimbangan dalam dunia serba digital.

Oleh karena itu, kita sebagai santri harus menjaga dan memperkuat pesantren sebagai pilar moral bangsa. Dengan berpegang pada nilai-nilai dan akhlak yang diajarkan di pesantrenlah bangsa ini akan tetap bermartabat.


Pull Qoute: “Di tengah dunia yang yang serba cepat, pesantren hadir bukan untuk melawan zaman, tapi untuk menuntun arah peradaban”

Oleh: Ghina Azhar Nafissatun Nawwaf (3 Kitab A)


Rabu, 26 Agustus 2026

Merajut Cinta Nabi dalam Majelis Dhiba' dan Sholawat.

 

KUDUS — Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri telah sukses menggelar acara kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam. Rangkaian acara peringatan tersebut digelar selama dua belas hari penuh sejak tanggal 1 hingga 12 Rabi’ul Awwal.

Peringatan bulan kelahiran Baginda Nabi ini menjadi agenda rutin yang paling disenangi para santri. Tidak hanya sekadar acara formal, rangkaian acara dirancang untuk menanamkan kecintaan terhadap Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam melalui pembacaan Dziba’ dan Al-Barzanji, mulai pada pukul 21.00 – selesai yang bertempat di Joglo pondok pesantren Qudsiyyah Putri.

Peringatan maulid nabi ini dipimpin oleh grup Rebana Mimil Mubarok dan Nasyid El-Mahabba secara bergantian. Suasana asrama Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri mulai menggema dengan lantunan shalawat.

Tepat tanggal 12 Rabi’ul Awwal pukul 03.30 WIB dini hari, di penghujung malam menjelang terbitnya fajar, alunan suara Diba’ dipimpin oleh pengasuh Pondok Pesantren Qudsiyyah putri dan dilantukan secara Bersama-sama oleh semua santri. Suara ribuan santri berpadu dengan batin kerinduan kepada sang Nabi di udara dingin subuh. Ketika keheningan malam masih menyelimuti kota Kudus, ribuan santri putri sudah bersiap memenuhi halaman pondok pesantren qudsiyyah putri untuk melantunkan dziba’ bersama.

Acara pembacaan Dhiba' dini hari dilaksanakan untuk mengingat keberkahan di sepertiga malam yang kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan shalat subuh berjama’ah serta do’a Bersama.

                            


Selasa, 25 Agustus 2026

REBANA MIMIL MUBAROK MERIAHKAN PERINGATAN MAULID NABI DI MASJID AGUNG KUDUS

Masjid Agung Kudus menggelar rangkaian kegiatan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Peringatan tersebut menjadi salah satu kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Masjid Agung Kudus. Pada 23 Agustus 2026 TU /10 Rabi'ul Awwal 1448 H, Grup Rebana Mimil Mubarok mendapat undangan untuk ikut memeriahkan kegiatan Maulid Nabi tersebut. Kehadiran Grup Rebana Mimil Mubarok menjadi bagian dari rangkaian penampilan rebana yang digelar selama malam 1 hingga 12 Rabi'ul Awwal. Setiap malamnya, Masjid Agung Kudus menghadirkan grup rebana yang berbeda untuk mengisi acara. Masyarakat juga turut antusias mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.

Pada hari sebelumnya, seluruh perwakilan kamar dikumpulkan oleh pengasuh Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri. Dalam pertemuan tersebut, disampaikan bahwa setiap kamar diminta mengajukan lima orang untuk mengikuti peringatan Maulid Nabi di Masjid Agung Kudus.

Pada pukul 18.30 WIB, sebanyak 200 santri Qudsiyyah Putri telah bersiap untuk mengikuti kegiatan Maulid Nabi di Masjid Agung Kudus. Dengan penuh semangat, para santri kemudian berangkat menggunakan tiga truk yang didampingi oleh pengurus ISQi.

Sesampainya di Masjid Agung Kudus, rombongan disambut oleh segenap panitia Maulid Masjid Agung Kudus. Antusiasme para santri dalam mengikuti kegiatan turut menambah semarak suasana peringatan Maulid Nabi. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembukaan dan pembacaan Maulid Nabi, serta ditutup dengan pembacaan tasbih bersama.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah masyarakat Kudus. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW serta semangat untuk meneladani akhlak dan ajaran beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Demikian rangkaian kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Agung Kudus. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi bentuk penghormatan dan rasa syukur atas kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga dapat menambah rasa cinta kepada beliau, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan semangat untuk meneladani akhlak dan ajaran beliau.

Semoga kegiatan ini memberikan manfaat dan keberkahan bagi seluruh peserta serta masyarakat yang hadir.




 

 

Senin, 24 Agustus 2026

RAKER DAN ORIENTASI DIGELAR, SATUKAN VISI DAN LANGKAH UNTUK KEMAJUAN ORGANISASI

Kudus, 21 Agustus 2026 — Ikatan Santri Qudsiyyah Putri (ISQi) masa khidmat 2026-2027 tengah mengadakan kegiatan Orientasi dan Rapat Kerja (Raker) pada 19–21 Agustus 2026 di MC Pro Villa, Kajar. Mengusung tema “Visioner Berdedikasi, ISQi Berevolusi”, kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memberikan pembekalan dan mempersiapkan para pengurus untuk menjalankan amanah selama satu periode kepengurusan. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut terdiri atas rangkaian Orientasi dan Rapat Kerja. Selama pelaksanaan kegiatan, para pengurus mengikuti berbagai agenda yang dirancang untuk menunjang kesiapan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab organisasi, sekaligus membangun kesamaan visi serta komitmen dalam kepengurusan ISQi masa khidmat 2026-2027.

Pada Rabu–Kamis,19–20 Agustus, kegiatan orientasi diisi dengan beberapa materi, di antaranya analisa diri, etika pengurus, dan teknik pembuatan proposal. Seluruh rangkaian acara diikuti oleh para pengurus sebagai bagian dari pembekalan awal sebelum memasuki periode kepengurusan.

Pada Jumat, 21 Agustus, kegiatan dilanjutkan dengan Rapat Kerja. Dalam kegiatan ini, setiap departemen menyusun dan membahas program kerja yang akan dilaksanakan selama masa khidmat 2026-2027. Pembahasan program kerja dilakukan sebagai upaya untuk menentukan arah gerak organisasi serta menyusun langkah kerja yang terarah dan sistematis. Rapat Kerja juga menjadi momentum bagi seluruh pengurus untuk menyelaraskan program antar departemen serta memperkuat koordinasi dan kerja sama dalam menjalankan setiap agenda yang telah direncanakan. Dengan adanya perencanaan yang matang, setiap bidang diharapkan dapat melaksanakan program kerja sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Melalui kegiatan Orientasi dan Rapat Kerja ini, ISQi masa khidmat 2026-2027 diharapkan mampu membentuk kepengurusan yang visioner, berdedikasi, dan memiliki komitmen dalam menjalankan amanah organisasi. Dengan semangat “Visioner Berdedikasi, ISQi Berevolusi”, seluruh pengurus diharapkan dapat menjalankan kepengurusan secara optimal serta membawa ISQi menuju perkembangan yang lebih baik.

 

 

Rabu, 12 Agustus 2026

Equal Opportunities For Man and Woman Nyai Hj. Masriyah Amva

  

Ibu Nyai Masriyah Amva lahir di Babakan, Ciwaringin, Cirebon, pada 13 Oktober 1961. Terlahir dari keluarga pesantren, beliau tumbuh dalam tradisi keilmuan dan nilai-nilai keagamaan yang kuat. Lingkungan tersebut menjadi pondasi penting dalam perjalanan hidup beliau hingga dikenal sebagai ulama perempuan, pendidik, sekaligus penulis yang menginspirasi banyak kalangan. Beliau juga seorang Pengasuh Pesantren Kebon Jambu Al-Islamy di Babakan Ciwaringin Cirebon.

Nyai Masriyah memperoleh pendidikan pertama dari orang tuanya. Ibunya, Al-Maghfurlaha Hj. Fariatul ‘Aini yang sehari-hari berkiprah sebagai ustadzah adalah sosok gigih yang aktif dalam berkegiatan sosial dan berdakwah. Sementara ayahnya, Al- Maghfurlahu KH. Amrin Khanan adalah sosok kyai dan ulama pesantren tradisional yang istiqomah mengajar dan mengamalkan ajaran ajaran islam. Sejak kecil Nyai Masriyah hidup di lingkungan pesantren yang dipimpin oleh orang tuanya. Ayahnya mengajarkan anak-anak perempuannya untuk menempuh pendidikan yang sama dengan laki-laki. Keteladanan orang tua beliau dalam mendidik putrinya, bisa dilihat dari putri-putrinya yang mendapatkan perhatian dan pendidikan yang sama seperti anak laki-laki pada umumnya. 

Beliau sempat belajar di Pesantren Al-Muayyad Solo, Pesantren Al-Badi’iyyah Pati dan Pesantren Dar Al-Lughah wa Da’wah (DALWA) di Bangil, Jawa Timur. ”Ketika Itu orang tua saya punya anak perempuan terus, walaupun kemudian ada adik saya laki-laki, lalu akhirnya mereka bertekad agar anak-anak perempuanya mendapatkan pendidikan yang sama,” dawuh beliau. Ketika belajar di Bangil, beliau menikah dengan KH. Syakur Yasin dan menetap di Tunisia selama empat tahun. Setelah delapan tahun menikah, mereka bercerai dan beberapa tahun kemudian beliau menikah dengan KH. Muhammad, pengasuh Pesantren Kebon Melati. Mereka berdua mendirikan Pesantren Kebon Jambu dan ketika itu Nyai Masriyah mengelola pesantren putri.

    

Beliau juga berhasil membuktikan bahwa dirinya bisa memajukan pesantren. Dari jumlah 300 santri saat ditinggal suami, saat ini jumlah santri di Pesantren Kebon Jambu mencapai 1400 orang, yang terdiri dari laki-laki dan perempuan. Beliau pun mulai berdekatan dengan isu gender yang bermula dari pengalamannya memimpin pesantren yang cenderung patriarkal, sehingga tidak menerima kepemimpinan Perempuan. Di lingkungan pesantren ini, beliau mengajarkan kesetaraan gender sekaligus mempraktikannya. Kiprah dan pengalaman beliau memimpin pesantren yang hanya menerima kepemimpinan laki-laki membuktikan bahwa perempuan pun bisa memimpin di lembaga dan ranah keagamaan. Sudah 13 tahun beliau memimpin Pondok Pesantren Kebon Jambu Al-Islamy Cirebon.

Sebagai seorang ulama perempuan yang berpegang pada interpretasi ajaran Islam yang berkesetaraan gender, Nyai  Masriyah tidak suka memaparkan banyak teori. Beliau lebih banyak mencontohkan dalam perbuatan sehari-hari atau lewat obrolan santai bersama santri dan guru. Upaya untuk mengajarkan kesetaraan gender dan Pluralisme di lingkungan pesantren dan masyarakat sekitarnya.

Upaya beliau untuk mengajarkan kesetaraan gender dan Pluralisme di lingkungan pesantren dan masyarakat sekitarnya, membuat beliau diberi penghargaan, antara lain Al-Biruni Award sebagai tokoh yang sukses mengembangkan dakwah melalui seni dan budaya (2012), SK Trimurti Award sebagai tokoh gender dan pluralis (2014), Ikon Prestasi Pancasila (2022) dan Santri of the Year - Santri Inspiratif Bidang Pendidikan (2024)

Sumber: https://kupipedia.id/index.php/Masriyah_Amva

Pull quote: ”perempuan dan laki-laki itu memiliki kesadaran dan kesempatan yang sama, kalau sandaran kita sama. Kalau perempuan bersandarnya kepada Tuhan, laki-laki juga begitu. Maka kekuatannya sama”.

Oleh: Janeeta Aurelia (4 kitab B)

 

 

         

Selasa, 11 Agustus 2026

LESTARIKAN TRADISI, RIBUAN SANTRI IKUTI DOA RABO WEKASAN

Kudus, 10 Agustus 2026 TU./ 26 Shafar H. Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri mengikuti Doa Rabo Wekasan pada Rabu (10/8/2026) di musholla setempat. Kegiatan ini diikuti dengan khidmat oleh seluruh santri usai salat maghrib dan dipimpin oleh pengasuh Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri, Kyai Muhammad Ainun Najib.

Rabo Wekasan adalah hari Rabu terakhir pada bulan Shafar dalam penanggalan Hijriah yang diperingati sebagian masyarakat muslim di Indonesia sebagai momen berdoa dan memohon perlindungan dari musibah."Rebo" berarti hari Rabu, dan "Wekasan" atau "Pungkasan" berarti terakhir. Sebagian masyarakat meyakini hari ini sebagai waktu turunnya banyak cobaan atau bala, sehingga diisi dengan ikhtiar spiritual. Kegiatan yang sering dilakukan meliputi salat sunnah mutlak, doa bersama, membaca surat Yasin, beristighfar, hingga bersedekah.

Amalan yang dilakukan yakni; Shalat sunnah 4 raka’at setiap dua rakaat salam. Bacaan dalam sholat: Dimulai dengan membaca Al-Fatihah, dilanjutkan membaca Surah Al-Kautsar 17 kali, Surah Al-Ikhlas 5 kali, dan Surah Al-Mu'awwidzatain (Al-Falaq dan An-Nas) masing-masing satu kali. Setelah salam dilanjutkan pembacaan surah Yasin (pada ayat ke-58 dianjurkan membaca sebanyak 313 kali), Doa Tolak Bala’, serta Tahlil bersama yang dipimpin oleh Bapak Muhammad Ainun Najib selaku pengasuh Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri. Di akhir penutupan seluruh santri menerima air doa yang telah didoakan langsung oleh Bapak Muhammad Ainun Najib.

Melalui pengamalan Rebo Wekasan menjadi sarana bagi para santri untuk meningkatkan keimanan, memperbanyak doa dan dzikir, serta memohon perlindungan dan keberkahan kepada Allah SWT


Jumat, 07 Agustus 2026

DEBAT, KAMPANYE SERTA PEMILIHAN CALON KETUA ISQI MASA KHIDMAT 2026 - 2027

Kudus, 6 Agustus 2026 — Pemilihan calon Ketua ISQi Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri memasuki tahap akhir dengan digelarnya kampanye sekaligus debat kandidat pada Kamis, 5 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Qudsiyyah Putri tersebut menjadi momentum bagi para calon untuk menyampaikan gagasan dan meyakinkan para pemilih sebelum menentukan pilihan.

Empat kandidat yang maju dalam pemilihan Ketua ISQi kali ini adalah Nazila Ikamliyalatho, Najmia Habiba, Nadhifa Luthfiyatunnisa Aula, dan Alayna Anum Lanika. Keempat kandidat memiliki kesempatan untuk memperkenalkan diri serta menyampaikan visi, misi, dan program yang akan mereka jalankan apabila mendapat amanah untuk memimpin ISQi.

Kegiatan kampanye kemudian dilanjutkan dengan debat antarkandidat. Dalam sesi tersebut, para calon mendapatkan pertanyaan dari pembina tentang masalah - masalah yang ada dan bagaimana cara para kandidat menanggapi masalah tersebut. Ini menjadi kesempatan bagi para seluruh santriwati untuk mengenal lebih jauh karakter serta kemampuan masing-masing kandidat.

Setelah melalui seluruh rangkaian pemilihan, hasil penghitungan suara menetapkan Nazila Ikamliyalatho sebagai Ketua ISQi Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri masa khidmat 2026-2027 terpilih. Pengumuman hasil pemilihan disampaikan pada 6 Agustus 2026, sekaligus menandai berakhirnya rangkaian pemilihan Ketua ISQi.

Terpilihnya Nazila Ikamliyalatho diharapkan dapat membawa ISQi menjadi organisasi yang semakin aktif, solid, dan mampu menjadi wadah bagi para santri untuk berkembang. Selain itu, kepemimpinan baru diharapkan dapat melanjutkan berbagai program yang telah berjalan sekaligus menghadirkan inovasi baru sesuai dengan kebutuhan anggota.

Rangkaian pemilihan ini menjadi bagian penting dalam proses regenerasi kepemimpinan di Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri. Dengan semangat demokrasi dan kebersamaan, seluruh anggota diharapkan dapat mendukung kepemimpinan baru demi kemajuan ISQi ke depan.

 

Sabtu, 01 Agustus 2026

VISIONER BERDEDIKASI, ISQi BEREVOLUSI

 

KUDUS, 29 – 31 Juli 2026 TU. / 14 – 16 Shafar 1448 H. Ikatan Santri Qudsiyyah Putri (ISQi) menyelenggarakan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) bertempat di Villa MC Pro Kajar Kudus. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali calon pengurus ISQi dengan pengetahuan dasar tentang organisasi dan kepemimpinan, menumbuhkan rasa percaya diri dan keberanian dalam menjalankan tugas, menanamkan sikap aktif, kreatif, dan kritis dalam berorganisasi.

Kegiatan LDK berlangsung selama 3 hari dan didampingi oleh fasilitator dari PC IPNU IPPNU Kudus. Peserta yang mengikuti LDK disaring dengan mengikuti wawancara terlebih dahulu, peserta yg mengikuti wawancara di ambil dari perwakilan kamar, di setiap kamar mengajukan 5 orang anak sebagai perwakilan. Dari peserta yang mengikuti LDK diambil dengan jumlah yang dibutuhkan untuk menjadi pengurus terpilih.

Dalam kegiatan LDK tersebut, para peserta mendapat banyak materi, seperti Ke Organisasian, Leadership, Ke ISQi an, Manajemen Organisasi, Scientific Problem Solving, dan Pedoman Penyusunan Program Kerja. Selain mendapatkan materi, para calon pengurus juga mengikuti kegiatan yang dirancang untuk melatih kekompakan serta kemampuan dalam menghadapi tantangan ber-organisasi.

Melalui kegiatan LDK ini diharapkan para calon pengurus paham akan tugas dan fungsinya dalam berorganisasi serta terbentuknya calon pengurus yang siap menjalankan Amanah dengah baik.

  

 


Sabtu, 25 Juli 2026

AKSELERASI KAPASITAS, WUJUDKAN SIDANG BERKUALITAS

 

Kudus, 23 - 24 Juli 2026 TU/8 - 9 Shafar 1448 H — Ikatan Santri Qudsiyyah Putri (ISQi) menyelenggarakan Diklat Persidangan dengan tema “Akselerasi Kapasitas, Wujudkan Sidang Berkualitas.” Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 23 - 24 Juli 2026, di Rumah Limas Muara Enim ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengurus dalam menjalankan forum organisasi, sekaligus mempersiapkan pengurus menghadapi agenda laporan pertanggungjawaban selama satu periode kepengurusan.

Diklat persidangan ini menjadi salah satu bentuk pembekalan bagi pengurus agar mampu memahami tata cara persidangan dengan baik. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi utama “Konsep Dasar dan Teknik Persidangan” yang membahas pengertian, tujuan, fungsi, unsur, serta prinsip-prinsip dalam persidangan. Peserta juga dibekali teknik menyampaikan pendapat, menggunakan hak bicara dan interupsi, mengatur jalannya forum, hingga mengambil keputusan melalui musyawarah.

Selain memberikan pemahaman secara teori, kegiatan ini juga melatih peserta agar mampu mengelola forum secara tertib, terarah, dan kondusif. Kemampuan tersebut menjadi penting karena persidangan merupakan salah satu wadah untuk menyampaikan laporan, membahas berbagai persoalan organisasi, mengevaluasi pelaksanaan program, serta mempertanggungjawabkan amanah kepengurusan selama satu periode. Melalui persidangan yang baik, setiap pengurus diharapkan mampu menyampaikan hasil kerja dan laporan kepengurusan secara jelas, terbuka, dan bertanggung jawab. Forum tersebut juga menjadi ruang evaluasi bersama untuk melihat capaian, kendala, serta hal-hal yang perlu diperbaiki sebagai bahan keberlanjutan organisasi pada periode berikutnya.

Diklat Persidangan Pengurus ISQi diharapkan dapat membentuk pengurus yang lebih kompeten, percaya diri, kritis, dan bertanggung jawab dalam menjalankan amanah organisasi. Dengan penguasaan konsep dan teknik persidangan yang baik, ISQi berupaya mewujudkan forum yang demokratis, kondusif, serta mampu menghasilkan keputusan yang berkualitas.

Dari pengurus yang siap, lahir forum yang tertib, pertanggungjawaban yang transparan, dan keputusan yang bermanfaat.

 

 


Selasa, 21 Juli 2026

SEMINAR DARI TIM ORANGE CARWASH

 

Kudus —  20 Juli 2026 TU / 5 Safar 1448 H. Qudsiyyah Putri menerima kunjungan dari tim Orange Carwash yang dihadiri oleh pengasuh, dan seluruh santri kelas 5 dan kelas 6, sebagai upaya memberikan wawasan dan motivasi kepada santri yang tertarik untuk memasuki dunia wirausaha.

Dalam kunjungan ini membahas berbagai hal penting dalam menjalankan bisnis Carwash, mulai dari strategi memulai usaha, pemilihan lokasi, pengelolaan layanan, pemasaran, hingga cara meningkatkan kepuasan pelanggan. Para santri juga mendapatkan pemahaman mengenai peluang dan tantangan dalam mengembangkan bisnis carwash ditengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan mendapat sambutan positif dari pihak Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri. Antusiasme para santri menjadi bagian penting dalam membangun hubungan baik sekaligus membuka ruang untuk berbagi pengalaman tentang dunia usaha.

Kunjungan ini menjadi Langkah positif untuk mempererat silaturahmi sekaligus menumbuhkan semangat kewirausahaan di lingkungan pesantren, bahwa santri tidak hanya memiliki bekal ilmu agama dan akademik, tetapi juga dapat memiliki jiwa mandiri, kreatif, dan produktif.

 


Jumat, 17 Juli 2026

MATASANTRI QUDSIYYAH PUTRI: LANGKAH AWAL SAMBUT SANTRI BARU TAHUN AJARAN 2026/2027

Kudus – Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri resmi memulai langkah awal tahun ajaran baru melalui gelar kegiatan MATA SANTRI (Masa Ta’aruf Santri Baru) guna menyambut kedatangan para santriwati tahun ajaran baru 2026/2027.

Agenda orientasi ini berlangsung khidmat selama tiga hari berturut-turut, terhitung sejak tanggal 15 hingga 17 Juli 2026 TU. Kegiatan ini dirancang sebagai gerbang awal bagi para santri untuk menyelami nilai-nilai kepesantrenan, sekaligus memahami regulasi dan tata tertib yang berlaku di lingkungan pondok pesantren Qudsiyyah Putri. Momentum berharga ini dibuka secara resmi pada siang hari oleh pengasuh Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri, Bapak Muhammad Ainun Najib.

Dukungan penuh diperlihatkan oleh jajaran pengurus Ikatan Santri Qudsiyyah (ISQi) yang ikut serta memimpin jalannya MATASANTRI. Dengan penuh semangat dan antusiasme tinggi, mereka mendampingi para santriwati baru sehingga suasana terjalin sangat aktif dan interaktif. Acara pembukaan sendiri berjalan dengan runtut dan khusyuk, yang kemudian langsung dilanjutkan ke berbagai agenda inti pada hari-hari berikutnya.

Selama tiga hari pelaksanaan, para santriwati baru dibekali dengan berbagai materi esensial guna mempermudah masa adaptasi mereka. Mereka mendapatkan pemaparan mendalam mengenai tata tertib pondok serta prosedur teknis loundry, yang diselingi dengan sesi ice breaking seru dari pengurus ISQi untuk mencairkan suasana. Selain itu, para santri juga diajarkan tata cara penggunaan kartu jajan santri untuk kebutuhan harian, serta mengikuti sesi khusus penggalian minat dan bakat guna memetakan potensi non-akademik mereka.

Sebagai pemungkas rangkaian kegiatan, acara ditutup dengan sesi ta’aruf atau perkenalan langsung antara jajaran guru dan staff karyawan Ponpes Qudsiyyah Putri dengan para santri baru. Melalui program MATA SANTRI ini, pihak pesantren berharap seluruh santri baru memiliki kesiapan mental dan spiritual yang matang, serta mampu menghayati adat sekaligus adab dengan baik selama menuntut ilmu di Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri.


    


 


Rabu, 15 Juli 2026

DARI PESANTREN MENUJU DUNIA: KISAH BALIK PENAMPILAN GEMILANG DI PANGGUNG


Santri Qudsiyyah Putri kembali harumkan nama Jawa Tengah di Ajang Musabaqah Qiraatil Kutub Nasional ke-8 dan Internasional ke-1 yang terselenggara di Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Di balik capaian membanggakan tersebut ada banyak perjalanan yang di lalui oleh kelima santri tersebut sebelum tampil memukau di panggung Nasional.

Gerbang awal dan debut perdana 

Keberadaan tim lalaran Alfiyyah sebenarnya telah terbentuk dengan jumlah 20 santri yang di persiapakan untuk salah satu rangkaian acara  Sewindu Qudsiyyah Putri. Penyelenggaraan acara pada 17 Syawal 1446 H atau 15 April 2025 TU mengakibatkan rentang waktu latihan yang tersedia bagi tim menjadi cukup terbatas, tidak lebih dari satu bulan. 

Lalaran Alfiyyah dengan iringan alat musik kontemporer merupakan hal baru yang sebelumnya belum pernah ada di Qudsiyyah Putri sehingga dapat dikatakan latihan dari nol. Situasi menuntut para tim dan pelatih untuk menghadapi berbagai tantangan sulit selama latihan. Sebagai contoh kesulitan pelatih dalam mencari notasi, menentukan ritme, tempo dan menyatukan feel antar pemain satu dengan lainnya. Sementara itu, kesulitan dirasakan tim, seperti dalam mengolah intonasi terutama bagian suluk dan evaluasi berulang dari para pemegang alat musik. Meski begitu, dalam kurun waktu yang singkat tim berhasil melewati tantangan dengan latihan keras yang turut di dukung dengan kecepatan daya tangkap para tim dalam mempelajari instrument dan nada baru. 

Pada penampilan perdana di acara Sewindu Qudsiyyah Putri, tim berhasil membawakan empat macam lagu, diantaranya: nada Kembang Jawa, Suwe ora jamu, Gundul-gundul pacul dan NDX Aka dengan baik. Paduan alat musik menjadi daya tarik utama bagi penonton yang hadir. Karena menurut pelatih alat musik memiliki keistimewaan tersendiri. “Setiap nada memiliki caranya sendiri untuk berbicara. Dalam senyap, musik dapat menjadi bahasa yang tak terucap, doa bagi yang tak terkatakan. Di sinilah musik menjelma menjadi medium spiritual, tempat di mana cerita dan keheningan saling berpelukan,” jelas pelatih.

Melaju ke MQK Tingkat Provinsi

Perjalanan berlanjut ketika di pilih lima santri dari tim lalaran tersebut mengikuti lomba Lalaran Alfiyyah di ajang MQK 2025 yang dalam tahap pertama melalui seleksi di tingkat provinsi. Kelima santri tersebut yakni Adiba Nihlatuzzahwa, Firza  Amaliyatunnisa’, Gendis Anindya, Nafisa Aniq Rosyada, Zakiyatus Sholichah merupakan santri dari kelas 4 program Tahfidz dan Kitab.

Kendala utama kembali pada keterbatasan waktu. Efisiensi waktu tiga hari sebelum keberangkatan ke Pondok Pesantren Darul Falah Amtsilati Bangsri, Jepara Bersama tujuh peserta cabang Qiroatul Kutub dan sehari di arena perlombaan. Jelang sehari sebelum perlombaan para peserta lomba di gembleng para pendamping untuk memaksimalkan persiapan dari cabang lomba masing-masing. Meski berada di tempat yang cukup sepi dan berlatih hingga pukul 1 malam sebelum akhirnya kembali ke tempat transit untuk beristirahat.

Keesokan harinya para peserta dari berbagai daerah di Jawa Tengah hadir dengan semangat juang  yang tinggi. Mereka siap mengadu kecerdasan dalam Qiraatul Kutub dan siap menunjukkan kreativitas tinggi dalam kategori lomba Lalaran Alfiyyah Ibnu Malik. Mengetahui banyak peserta yang tampil memukau rupanya tidak menyurutkan harapan mereka untuk meraih hasil terbaik setelah kabar gembira yang di terimanya di subuh hari terakhir. Tim Qudsiyyah Putri menerima informasi dari guru pendamping bahwa tim Lalaran mendapat kesempatan dari panitia untuk tampil dalam acara Closing Ceremony sekaligus pengumuman juara. Informasi tersebut segera menumbuhkan optimisme di kalangan guru pendamping maupun para santri Qudsiyyah Putri yang mengikuti Musabaqah. Kehormatan untuk tampil pada acara penutupan dipandang sebagai bentuk apresiasi atas penampilan yang telah mereka berikan, sehingga muncul harapan besar akan adanya capaian membanggakan pada cabang Lalaran Alfiyyah Ibnu Malik. Akhirnya, nama Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri sebagai kontingen terakhir dipanggil, yang menandai pencapaiannya sebagai juara pertama mengungguli lima tim lalaran lainnya. Seleksi Musabaqah Qiraatil Kutub Tingkat Jawa Tengah berlangsung sukses dan melahirkan juara terbaik yang akan mewakili provinsi ke tingkat Nasional.  Tim Lalaran dari Pondok Pesantren Qudsiyyah putri menjadi salah satunya yang akan bertaruh di Kancah Nasional membawa identitas sebagai Kafilah Jawa Tengah.

Menembus Panggung Nasional 

Terdapat waktu sekitar 2 bulan untuk mempersiapkan diri secara matang. Semangat juang menjadi bahan bakar utama. Tim lalaran harus mengikuti Latihan di dalam pondok dan Training Center (TC) untuk memantapkan kesiapan lomba bersama seluruh peserta yang tergabung dalam Kafilah Jawa Tengah. Berlangsung di kedua kota yang berbeda, Semarang dan Jepara dan dilatih oleh bapak Drs. H. Ahmad Niam Syukri, M.Si , seorang budayawan sekaligus Juri Lalaran MQK Jateng 2025. Sama hal nya dengan Latihan sebelumnya, tidak ada nada atau lagu yang diubah hanya saja ada beberapa evaluasi dari juri sebagai bahan perbaikan kedepannya.

Ajaran luhur pesantren rupanya tak luntur. Sebelum hari keberangkatan menuju Sulawesi Selatan, Tim lalaran di ajak  Pengasuh untuk berziarah Ke Makam Sunan Kudus, K.H.R. Asnawi, K.H.M Sya’roni Ahmadi dan K.H. Em Nadjib Hassan sebagai bentuk tabarruk dan wasilah. Karena sejatinya perlombaan bukan sekadar mengejar kemenangan melainkan  juga wujud dari proses belajar yang panjang serta keberkahan dari doa orang-orang sekitar, terutama doa dari Masyayikh pendahulu. 

Setelah berlatih keras dan pematangan strategi, tim kafilah Jawa Tengah akhirnya berangkat ke Sulawesi Selatan pada bulan Oktober 2025, siap menunjukkan performa terbaiknya dalam membaca kitab, debat bahasa hingga Ekshibisi Lalaran.

Menjelang perlombaan, Semua peserta yang telah tergabung di Pondok Pesantren As'adiyah Wajo itu rupanya masih terus berlatih sebaik mungkin. Kali ini Tim Lalaran Kafilah Jawa Tengah mengasingkan diri di sebuah ruko guna menjaga fokus latihan mereka.

Saat penampilan, mereka mengenakan busana adat Kudus berupa baju kurung berbahan beludru. Ada lima kafilah pada cabang Ekshibisi lalaran yang hanya ada dua kafilah peserta perempuan. Suara alunan alat musik khas Jawa yang dibawa Kafilah Jawa Tengah mengalun merdu. Banyak pasang mata terkunci menyaksikan penampilan tim tersebut. Lalaran Alfiyyah ibnu malik yang di bawakan kelima santri Qudsiyyah Putri  berhasil membuat dewan hakim dan penonton takjub.. 

Seluruh rangkaian latihan yang dijalani akhirnya membuahkan hasil. Tim lalaran kafilah Jawa Tengah berhasil meraih juara 2 setelah kemenangan kafilah Kalimantan Selatan. Prestasi ini tentu mengharumkan nama mengharumkan nama Jawa Tengah di kancah Nasional. 


sekaligus mengangkat nama baik pondok pesantren Qudsiyyah Putri. Bapak Ahmad Niam Syukri (juri lalaran tingkat provinsi) memuji penampilan gemilang Qudsiyyah Putri karena dinilai menarik dan berhasil mengkreasikan unsur lalaran dengan nilai-nilai budaya. Sehingga menjadi poin tersendiri bagi para juri yang menilai penampilan kreatif tersebut. Salah satu pelatih yang membersamai tim tersebut dari awal hingga akhir sangat mengapresiasi kegigihannya hingga sampai titik kemenangan. “Saya salut dengan teman-teman yang mau belajar dan mau mengenali alat-alat musik. Berkat latihan keras dan keinginan belajar yang kuat, saya kira mereka pantas untuk merayakannya,” pujinya. 

Prestasi yang diraih itu menjadi bukti bahwa pesantren bukan hanya tempat sunyi yang memelihara kitab kuning, tetapi juga tempat ditempanya generasi penerus bangsa yang kuat dengan agama serta memiliki daya saing yang tinggi dalam merespon persaingan global yang semakin kuat. 

Pull Quote: “Dari pesantren lahir generasi yang siap mengguncang dunia”

Oleh: Elmaba Qirani (5 Kitab)

          Nadhifa Luthfiyatunnisa A. (4 Tahfidz A)

          Adzkia Hanun M. (3 Kitab B)

 


Rabu, 24 Juni 2026

MAJALAH NESWA EDISI VI --> PESANTREN; PILAR MORAL BANGSA DITENGAH ARUS ZAMAN BANGSA

MAJALAH NESWA EDISI VI

PONDOK PESANTREN QUDSIYYAH PUTRI 


                              





Kamis, 18 Juni 2026

MERAYAKAN KREATIVITAS, MENGAPRESIASI BAKAT


Kudus, 17 Juni 2026 M / 3 Muharram 1448 H.–  Suasana meriah dan penuh kreativitas mewarnai kegiatan Malam Akulturasi Seni Qpee’s Fest Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri yang diselenggarakan oleh Pengurus Ikatan Santri Qudsiyyah Putri (Isqi). Acara yang berlangsung di panggung Musholla Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri yang menjadi ajang bagi para santri untuk menampilkan beragam bakat dan kreativitas santriwati dalam bidang seni, budaya, dan keterampilan. Tahun ini, mengangkat tema “BEYOND CREATIVE, THE CREATIVE MIXTAPE”, melalui tema ini santri diajak bekerja sama dalam memikirkan ide dan inspirasi untuk menciptakan kreativitas dan inovasi baru.

Acara dibuka dengan penampilan memukau dari grup nasyid El Mahabba yang membawakan lagu-lagu Islami. Setelah pembukaan, berbagai pertunjukan seni ditampilkan oleh perwakilan santri dari setiap angkatan, mulai dari Ghina Araby dari kelas1, Sing song dari kelas 4, Tari tradisional dari kelas 1, drama dari kelas 2, Sing off dari kelas 2,Tari tradisional dari kelas 4, hingga puncak pertunjukan special perform drama dari kelas 5.

Menambah kemeriahan acara, setiap pergantian penampilan seni, diselingi dengan pembacaan nominasi dan penyerahan Santri Award tahun 2025-2026 kepada santriwati yang memiliki keunggulan dan karakteristik inspiratif. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi, dedikasi, dan keunikan yang dimiliki para santriwati selama menjalani kegiatan di pesantren.

Adapun penerima Santri Award Qudsiyyah Putri tahun 2026 pada malam akulturasi seni ini adalah:

  • Terbaik Tahfidz: Nawwiby Islafa Anugrahing Gusti (2 Tahfidz A), penghargaan diserahkan oleh Bapak M. Ainun Najib selaku pengasuh Ponpes Qudsiyyah Putri
  • Terbaik Kitab: Bilqis Aurora (1 Kitab A), penghargaan diserahkan oleh Bapak H. Asnawi Basyar, S.Ag, M.H  selaku WAKA Kesantrian Ponpes Qudsiyyah Putri
  • Ter-Soft Spoken: Malva Belvana Mahfudz (4 Tahfidz C), penghargaan diserahkan oleh Ibu Jazilatus Saadah, S.Pd selaku ibu pembina BK Ponpes Qudsiyyah Putri
  • Teraktif Mengikuti Lomba: Elmaba Qirani (5 Kitab), penghargaan diserahkan oleh Bapak M. Thoriq selaku WAKA Kurikulum Ponpes Qudsiyyah Putri
  • Terjarang Nonton: Muthia Karimah (4 Kitab B), penghargaan diserahkan oleh Miss Fathimah Nurul’ain selaku ibu pembina sekaligus guru Bahasa Inggris Ponpes Qudsiyah Putri

Momen pembacaan Santri Award menjadi salah satu bagian yang paling dinantikan seluruh santri, tepuk tangan dan sorak gembira dari para santri mengiringi setiap nama yang diumumkan. Selain menjadi bentuk penghargaan atas pencapaian masing-masing, pemberian award ini juga diharapkan dapat memotivasi seluruh santriwati untuk terus mengembangkan potensi, meningkatkan prestasi, dan menebarkan inspirasi di lingkungan pesantren maupun masyarakat.

Dengan terselenggaranya Malam Akulturasi Seni QPEE'S FEST 2026, menjadi sarana pembelajaran karakter bagi para santri. Melalui proses latihan dan pementasan, mereka belajar tentang kerja sama, tanggung jawab, disiplin, serta keberanian untuk mengekspresikan potensi yang dimiliki.

 



Kamis, 28 Mei 2026

GEMA TAKBIR, SUCIKAN HATI, TEBARKAN BERKAH KURBAN

 

Kudus, 26-27 Mei 2026/9-10 Dzulhijjah 1447 – Hari Raya Idul Adha 1447 H, menjadi momen yang penuh kebahagiaan dan keberkahan bagi seluruh santri Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri.

Pagi hari Idul Adha, seluruh santri bersiap mengikuti salat Id. Sejak fajar menyingsing, para santri bersemangat untuk melantunkan takbir sambil menunggu imam datang. Dengan mengenakan pakaian terbaik, hati yang suci dan penuh syukur. Setelah sholat, dilanjut khutbah dari beliau bapak Muhammad Ainun Najib selaku pengasuh pondok pesantren Qudsiyyah Putri.

Setelah pelaksanaan salat Id, kegiatan dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban. Proses penyembelihan dilakukan sesuai syariat Islam dan diawasi oleh panitia dari segenap dewan guru Qudsiyyah Putri dan para pengurus Qudsiyyah Putri. Para santri turut menyaksikan dan membantu berbagai keperluan selama proses berlangsung dari penyembelihan sampai pendistribusian daging. Kesibukan para santri dan panitia berlanjut hingga sore hari. Sebagian daging kurban diolah menjadi berbagai makanan untuk dinikmati bersama keluarga besar Qudsiyyah Putri baik santri maupun guru.

Salah satu kegiatan yang paling dinantikan oleh para santri adalah acara bakar-bakar bersama. Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana santai dan penuh canda tawa. Para santri berkumpul bersama teman-teman dan Pembina kamar  untuk menikmati hidangan yang telah disiapkan. Gelak tawa dan canda menghiasi kebersamaan pada malam itu.

Puncak kemeriahan Iduladha di Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri berlangsung pada malam hari melalui acara mayoran bersama. Berbagai menu telah disajikan yang diolah dari daging Qurban. Para santri menikmati hidangan tersebut dalam suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan. Momen makan bersama ini menjadi kesempatan untuk saling berbagi cerita dan kebahagiaan.

Rangkaian Iduladha di Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri mengajarkan santri tentang pengorbanan, keikhlasan, kebersamaan, dan kepedulian sosial melalui ibadah kurban. Selain sebagai bentuk ketaatan kepada Allah Swt., kegiatan pembagian daging kurban kepada masyarakat yang berhak juga melatih empati santri untuk saling berbagi rezeki. Nilai-nilai ini diharapkan terus tertanam dalam diri mereka sebagai bekal hidup bermasyarakat di masa depan

 

Sabtu, 23 Mei 2026

“REMAJA SEHAT, MASA DEPAN HEBAT: PENTINGNYA MENJAGA KESEHATAN REPRODUKSI”



Kudus, Jumu’ah Wage, 22 Mei 2026 — Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri mengadakan penyuluhan kesehatan bertema “Kesehatan Reproduksi Remaja” yang disampaikan oleh Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit Sunan Kudus. Penyuluhan tersebut dilaksanakan di Musholla Qudsiyyah Putri dan diikuti oleh seluruh santri sebagai upaya meningkatkan pengetahuan serta kesadaran remaja mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sejak dini.

Kurangnya pengetahuan yang dimiliki oleh remaja saat ini tentang pentingnya menjaga kesehatan organ reproduksi, menyebabkan perlunya diadakan penyuluhan mengenai kesehatan organ reproduksi agar remaja lebih memahami cara menjaga kesehatan dan mencegah berbagai risiko yang dapat terjadi.

Penyuluhan kali ini disampaikan oleh Dr. Akbar Dito Erlangga bersama Ibu Susilowati S.Kep., Ns., serta tim PKRS Sunan Kudus yang lain. Pengetahuan yang didapat dari penyuluhan ini antara lain tentang pubertas, siklus menstruasi, kebersihan alat reproduksi, dan infeksi menular seksual. Selain memperoleh pengetahuan baru, para santri juga mendapat kesempatan untuk bertanya kepada pemateri secara langsung terkait tentang materi yang telah disampaikan. 

Kegiatan penyuluhan kesehatan ini berjalan dengan lancar dan para santri sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Diharapkan dengan adanya penyuluhan ini, para santri dapat lebih memahami dan menerapkan ilmu yang telah didapat mengenai kesehatan organ reproduksi dalam kehidupan sehari-hari.