Melahirkan Putri Sholihah, Salaf, dan Mandiri

Selasa, 11 Agustus 2026

LESTARIKAN TRADISI, RIBUAN SANTRI IKUTI DOA RABO WEKASAN

Kudus, 10 Agustus 2026 TU./ 26 Shafar H. Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri mengikuti Doa Rabo Wekasan pada Rabu (10/8/2026) di musholla setempat. Kegiatan ini diikuti dengan khidmat oleh seluruh santri usai salat maghrib dan dipimpin oleh pengasuh Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri, Kyai Muhammad Ainun Najib.

Rabo Wekasan adalah hari Rabu terakhir pada bulan Shafar dalam penanggalan Hijriah yang diperingati sebagian masyarakat muslim di Indonesia sebagai momen berdoa dan memohon perlindungan dari musibah."Rebo" berarti hari Rabu, dan "Wekasan" atau "Pungkasan" berarti terakhir. Sebagian masyarakat meyakini hari ini sebagai waktu turunnya banyak cobaan atau bala, sehingga diisi dengan ikhtiar spiritual. Kegiatan yang sering dilakukan meliputi salat sunnah mutlak, doa bersama, membaca surat Yasin, beristighfar, hingga bersedekah.

Amalan yang dilakukan yakni; Shalat sunnah 4 raka’at setiap dua rakaat salam. Bacaan dalam sholat: Dimulai dengan membaca Al-Fatihah, dilanjutkan membaca Surah Al-Kautsar 17 kali, Surah Al-Ikhlas 5 kali, dan Surah Al-Mu'awwidzatain (Al-Falaq dan An-Nas) masing-masing satu kali. Setelah salam dilanjutkan pembacaan surah Yasin (pada ayat ke-58 dianjurkan membaca sebanyak 313 kali), Doa Tolak Bala’, serta Tahlil bersama yang dipimpin oleh Bapak Muhammad Ainun Najib selaku pengasuh Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri. Di akhir penutupan seluruh santri menerima air doa yang telah didoakan langsung oleh Bapak Muhammad Ainun Najib.

Melalui pengamalan Rebo Wekasan menjadi sarana bagi para santri untuk meningkatkan keimanan, memperbanyak doa dan dzikir, serta memohon perlindungan dan keberkahan kepada Allah SWT