Kudus,
Jumu’ah Wage, 22 Mei 2026 — Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri mengadakan penyuluhan kesehatan
bertema “Kesehatan Reproduksi Remaja” yang disampaikan oleh Tim Promosi
Kesehatan Rumah Sakit Sunan Kudus. Penyuluhan tersebut dilaksanakan di Musholla
Qudsiyyah Putri dan diikuti oleh seluruh santri sebagai upaya meningkatkan
pengetahuan serta kesadaran remaja mengenai pentingnya menjaga kesehatan
reproduksi sejak dini.
Kurangnya pengetahuan yang dimiliki oleh remaja
saat ini tentang pentingnya menjaga kesehatan organ reproduksi,menyebabkan perlunya diadakan penyuluhan
mengenai kesehatan organ reproduksi agar remaja lebih memahami cara menjaga
kesehatan dan mencegah berbagai risiko yang dapat terjadi.
Penyuluhan kali ini disampaikan oleh Dr. Akbar
Dito Erlangga bersama Ibu Susilowati S.Kep., Ns., serta tim PKRS Sunan Kudus
yang lain. Pengetahuan yang didapat dari penyuluhan ini antara lain tentang
pubertas, siklus menstruasi, kebersihan alat reproduksi, dan infeksi menular
seksual. Selain memperoleh pengetahuan baru, para santri juga mendapat
kesempatan untuk bertanya kepada pemateri secara langsung terkait tentang
materi yang telah disampaikan.
Kegiatan penyuluhan kesehatan ini berjalan
dengan lancar dan para santri sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut.
Diharapkan dengan adanya penyuluhan ini, para santri dapat lebih memahami dan
menerapkan ilmu yang telah didapat mengenai kesehatan organ reproduksi dalam
kehidupan sehari-hari.
Kudus, 10 mei 2026— Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri acara Muwadda’ah ke-4 yang berlangsung dengan penuh khidmat
dan suasana haru. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para santri akhir
sebelum melanjutkan perjalanan pendidikan maupun pengabdian di tengah
masyarakat.
Acara
yang digelar di lingkungan Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri tersebut dihadiri
oleh para masyayikh, pengasuh Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri, dewan guru,
ustadzah, wali santri, serta seluruh santri Qudsiyyah Putri. Rangkaian kegiatan
dimulai dengan penampilan Jam'iyyah Ad-dufuf Mimil Mubarok, pembacaan ayat suci
Al-Qur’an, sholawat Asnawiyyah Qudsiyyah,sambutan-sambutan, prosesi wisudawati program tahfidz dan kitab, hingga diakhiri
dengan penayangan video dokumenter.
Suasana
haru terasa Ketika mauidloh hasanah yang disampaikan oleh KH. Noor Halim Ma’ruf,
dalam mauidlohnya beliau menyampaikan beberapa ilmu dan pesan kepada
santri-santri Qudsiyyah Putri.
Di
akhir acara, para hadirin menyaksikan penayangan video dokumenter yang
menampilkan perjalanan dan kenangan para santri kelas 6 selama mereka belajar di pondok pesantren ini.
Suasana haru pun sangat terasa kembali ketika banyak santri dan wali santri
mengenang momen kebersamaan mereka selama di Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri.
Selain
menjadi ajang perpisahan, Muwadda’ah angkatan ke-4 ini juga menjadi bentuk apresiasi
atas perjuangan para santri dalam menuntut ilmu dan menjaga tradisi keilmuan
pesantren. Acara ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk harapan agar seluruh santri
diberikan keberkahan ilmu dan kesuksesan di masa depan.
Qudsiyyah Putri kembali
memperingati Hari Lahirnya yang ke-9 pada Rabu Kliwon malam Kamis Legi 9 April
2026 TU/20 Syawwal 1447 H dengan
rangkaian kegiatan yang berlangsung selama dua hari penuh. Peringatan ini tidak
hanya menjadi rangkaian acara, tetapi juga sebagai momentum penting untuk
merefleksikan perjalanan lembaga, memperkuat nilai-nilai keislaman, serta
menumbuhkan semangat kebersamaan di kalangan santri dan seluruh sifitas
akademika.
Rangkaian kegiatan
diawali pada hari pertama dengan khataman Al-Qur’an yang diikuti oleh
seluruh santri dan dipimpin oleh Aisya Nahja Silmiya, Farah Rayya Makki,
Ro’yanaa Fauziya Zahra, dan Atik Abidah. Suasana khusyuk begitu terasa sejak awal
hingga akhir acara. Dengan lantunan ayat suci yang menggema di lingkungan
pesantren. Kegiatan ini kemudian ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan
rasa syukur atas segala nikmat dan keberkahan yang telah menyertai perjalanan
Qudsiyyah Putri hingga memasuki usia ke-9 tahun. Khataman ini juga menjadi simbol
komitmen untuk terus menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dalam menuntut
ilmu dan berakhlak.
Setelah khataman, acara
berlanjut dengan opening ceremony sebagai pembukaan resmi rangkaian
Harlah ke-9 dan dibuka langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri
beliau bapak Muhammad Ainun Najib. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh
semangat dan dukungan dari para dewan guru, dan seluruh santriwati pondok
pesantren Qudsiyyah Putri.
Memasuki hari kedua,
kegiatan dilanjutkan dengan pengajian Mauidhoh hasanah yang disampaikan oleh Mbah
K.H Noor Halim Ma’ruf sebagai guru masyayikh Qudsiyyah yang telah memberikan pesan mendalam tentang adat santri Qudsiyyah. Pembacaan
Maulid Nabi yang dipimpin
oleh Jam'iyyah addufuf rebana Mimil Mubarok dari Qudsiyyah Putri. Saat
memasuki momen mahallul qiyam dilantunkan, sholawat yang penuh penghayatan, serta menciptakan suasana yang mengharukan, khidmat dan terasa hangat. setelah pembacaan mahallul qiyam disambung dengan lantunan mabruk alfa mabruk yang diiringi dengan terbangan sebagai ungkapan rasa syukur atas hari lahir Qudsiyyah Putri yang ke-9 tahun. Momentum
tersebut semakin bermakna dengan dilakukannya pemotongan tumpeng sebagai simbol
kebersamaan dan keberkahan. kemeriahan suasana semakin memuncak saat dentuman petasan terdengar, menciptakan momen yang benar-benar mengesankan bagi semua yang hadir, langit seolah ikut merayakan momen tersebut, dan momen ini terasa jauh lebih hidup, hangat, sekaligus tak
terlupakan.
Melengkapi rangkaian peringatan hari lahir Qudsiyyah Putri tahun ini, pasar tiban hadir sebagai salah satu daya tarik untuk menyemarakkan suasana. Berbagai stand yang menjajakan makanan,
minuman. Aroma jajanan yang menggoda
dan suara tawar-menawar menambah semarak suasana.
Pada hari ketiga,
rangkaian kegiatan ditutup dengan ziarah masyayikh, yakni mengunjungi
makam pendiri yang memiliki peran besar dalam berdirinya dan berkembangnya
Qudsiyyah diantaranya; Syekh Sunan Ja'far Shodiq, KH.R. Asnawi, KH Yahya Arif, KH Ma'ruf Asnawi, KH Ma'ruf Irsyad, KH Sya' roni, KH EM Nadjib Hasan, KH Fatkhur Rohman. Suasana semakin syahdu saat para santriwati berjalan kaki menuju
makam para masyayikh. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh khidmat, diawali
dengan pembacaan tahlil, dan do’a. Ziarah ini menjadi pengingat bagi para
santri akan pentingnya menghormati jasa para ulama serta meneladani semangat
perjuangan mereka dalam menegakkan dakwah dan pendidikan Islam.
Peringatan Harlah ke-9
Qudsiyyah Putri ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga
mampu memperkuat jati diri lembaga sebagai pusat pendidikan yang menjunjung
tinggi nilai keilmuan dan akhlak. Melalui rangkaian kegiatan yang sarat makna
tersebut, diharapkan seluruh santri dapat terus melanjutkan perjuangan para
pendahulu dengan semangat yang lebih kuat, serta mampu memberikan kontribusi
positif bagi masyarakat di masa yang akan datang.
Kudus — Pondok Pesantren
Qudsiyyah Putri menggelar kegiatan Ifthar Jama’i yang dirangkai dengan
peringatan Nuzulul Qur’an dalam suasana penuh kebersamaan dan keberkahan di
bulan suci Ramadan. Kegiatan ini diikuti oleh para santri serta segenap
keluarga besar ponpes Qudsiyyah Putri dengan penuh antusias.
Rangkaian acara Ifthar Jama’i
diawali dengan berbagai penampilan dari para santri yang menambah semarak
suasana menjelang waktu berbuka. Penampilan pertama dibawakan oleh El
Mahabba, grup nasyid Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri, yang membawakan
lantunan nasyid bernuansa islami.
Selain itu, para santri juga
menampilkan Arabic Song yang dibawakan dengan penuh penghayatan. Tidak
hanya hiburan, acara ini juga diisi dengan penampilan edukatif seperti Taqdīmul
Qiṣṣah, yakni
penyampaian kisah yang sarat akan hikmah dan pesan moral.
Kemudian dilanjutkan dengan speech
dari santri yang menyampaikan pesan inspiratif serta kultum (kuliah tujuh
menit) yang memberikan nasihat dan pengingat tentang keutamaan bulan
Ramadan.
Menjelang waktu magrib,
seluruh peserta berkumpul untuk melaksanakan buka puasa bersama (ifthar
jama’i) dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Kebersamaan ini
menjadi momen yang mempererat ukhuwah di antara para santri.
Setelah berbuka puasa,
kegiatan dilanjutkan dengan peringatan Nuzulul Qur’an, sebagai momentum
untuk mengenang peristiwa turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus
mengajak seluruh santri untuk mempelajari, dan mengamalkan
Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam tausiyahnya,
disampaikan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an bukan sekadar mengenang sejarah
turunnya Al-Qur’an, tetapi juga menjadi momentum untuk semakin mendekatkan diri
kepada Al-Qur’an dengan memperbanyak tilawah, memahami maknanya, serta mengamalkan
ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.
Pondok pesantren Qudsiyyah Putri
memperingati malam Nuzulul Qur’an pada Jum’at Pahing 6 Maret 2026 TU/17
Ramadhan 1447 H, sebagai salah satukegiatan di bulan suci Ramadhan. Acara yang berlangsung dengan penuh
khidmat ini diikuti oleh seluruh santri, guru hingga seluruh keluarga
besar Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri.
Kegiatan diisi oleh para santriwati yang
sudah terpilih untuk membaca khataman mulaisurat Ad Dhuha sampai surat An nas. Dan dilanjut dengan Tahlil yang dipimpin oleh
Pengasuh pondok pesantren Qudsiyyah Putri Bapak Muhammad Ainun Najib. Suasana
semakin terasa hangat dengan kebersamaan para santri yang antusias mengikuti
setiap rangkaian acara.
Peringatan Nuzulul Qur’an bukan sekadar
mengenang turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi
pengingat bagi seluruh umat Islam untuk semakin mendekatkan diri kepada
Al-Qur’an. “Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi juga untuk dipahami dan
diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,”.
Momentum Nuzulul Qur’an ini juga menjadi
sarana bagi para santriwati untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an,
terlebih di lingkungan pesantren yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman
utama dalam pembelajaran dan kehidupan sehari-hari.
Acara kemudian ditutup dengan doa
bersama agar para santri senantiasa diberikan kemudahan dalam mempelajari,
menghafal, serta mengamalkan ajaran Al-Qur’an. Melalui peringatan ini
diharapkan semangat para santriwati dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an semakin
meningkat, sehingga nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat tercermin
dalam perilaku dan kehidupan mereka.
Dalam rangka mengenang jasa para ulama
terdahulu, Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri menggelar acara Haul 3 Masyayikh pada Kamis Legi 5 Maret 2026 TU/16 Ramadhan 1447
H yang berlangsung dengan penuh khidmat.
Acara haul diawali dengan pembacaan tahlil
dan doa Bersama. Para santriwati dengan khusyuk melantunkan doa sebagai
bentuk ta'dzim dan rasa syukur kepada para ulama yang telah
mewakafkan hidupnya untuk perjuangan dakwah dan pendidikan Islam.
Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan Khataman
Al-qur’an. Selain sebagai bentuk ta'dzim, kegiatan haul juga menjadi
momentum bagi para santriwati untuk merefleksikan perjuangan para ulama
serta memperkuat semangat dalam menuntut ilmu. Dengan diadakannya acara ini,
diharapkan nilai-nilai perjuangan para masyayikh dapat terus hidup dan
diwariskan kepada generasi penerus.
Selasa malam, 3 Maret 2026 TU. bertepatan Pada Tanggal 14
Ramadhan 1447 H. Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri menyambut adanya Gerhana
Bulan Total pada bulan Ramadhan dengan cukup antusias. Gerhana Bulan Total atau
yang sering disebut Blood Moon adalah Fenomena Alam tanda keagungan dan kebesaran
Allah SWT. Dalam Fenomena ini kita dianjurkan untuk melaksanakan sholat sebagai
bentuk ibadah, doa, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Gerhana ini terjadi pada pukul 18.33 WIB. Para santri
Qudsiyyah Putri melaksanakan sholat Gerhana sebanyak 2 rakaat setelah sholat
maghrib selesai, di pimpin oleh bapak pengasuh yakni ustadz Muhammad Ainun
Najib. Disertai dengan berdoa bersama agar mendapat perlindungan dan
pertolongan dari Allah SWT sebagai makhluk yang lemah di alam semesta yang luas
ini. Setelah itu sang imam menyampaikan khutbah 2 kali, Khutbah pertama
disampaikan menggunakan bahasa Indonesia dan yang terakhir dengan bahasa Arab.
Dalam khutbah tersebut ditegaskan bahwa Gerhana Bulan adalah peringatan bagi
kita untuk selalu meningkatkan ketakwaan, memperbanyak istighfar, bersedekah,
bertaubat serta mendirikan sholat.