Melahirkan Putri Sholihah, Salaf, dan Mandiri

Info Pendaftaran Online Santri Baru

Tata Cara dan Langkah Pendaftaran Online

KHR. Asnawi Kudus

KHR. Asnawi Muassis Madrasah Qudsiyyah dan Pendiri NU

Ngaji Online Ponpes Qudsiyyah Putri

Ngaji Online rutin setiap ba'dal maghrib selain malam jumu'ah streaming via fb dan YT Qudsiyyah Putri

Profil Ponpes Qudsiyyah Putri

Visi, Misi, Tujuan, dan Kurikulum Ponpes

Profil MTs Qudsiyyah Putri

Visi, Misi, Tujuan, dan Kurikulum MTs Qudsiyyah Putri

Sabtu, 11 April 2026

HARLAH KE-9 QUDSIYYAH PUTRI; mengenang jasa pendiri sebagai upaya meneguhkan jati diri


Qudsiyyah Putri kembali memperingati Hari Lahirnya yang ke-9 pada Rabu Kliwon malam Kamis Legi 9 April 2026 TU/20 Syawwal 1447 H
 dengan rangkaian kegiatan yang berlangsung selama dua hari penuh. Peringatan ini tidak hanya menjadi rangkaian acara, tetapi juga sebagai momentum penting untuk merefleksikan perjalanan lembaga, memperkuat nilai-nilai keislaman, serta menumbuhkan semangat kebersamaan di kalangan santri dan seluruh sifitas akademika.

Rangkaian kegiatan diawali pada hari pertama dengan khataman Al-Qur’an yang diikuti oleh seluruh santri dan dipimpin oleh Aisya Nahja Silmiya, Farah Rayya Makki, Ro’yanaa Fauziya Zahra, dan Atik Abidah. Suasana khusyuk begitu terasa sejak awal hingga akhir acara. Dengan lantunan ayat suci yang menggema di lingkungan pesantren. Kegiatan ini kemudian ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur atas segala nikmat dan keberkahan yang telah menyertai perjalanan Qudsiyyah Putri hingga memasuki usia ke-9 tahun. Khataman ini juga menjadi simbol komitmen untuk terus menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dalam menuntut ilmu dan berakhlak.

Setelah khataman, acara berlanjut dengan opening ceremony sebagai pembukaan resmi rangkaian Harlah ke-9 dan dibuka langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri beliau bapak Muhammad Ainun Najib. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh semangat dan dukungan dari para dewan guru, dan seluruh santriwati pondok pesantren Qudsiyyah Putri.

Memasuki hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan pengajian Mauidhoh hasanah yang disampaikan oleh Mbah K.H Noor Halim Ma’ruf sebagai guru masyayikh Qudsiyyah yang telah memberikan pesan mendalam tentang adat santri Qudsiyyah. Pembacaan Maulid Nabi yang dipimpin 

oleh Jam'iyyah addufuf rebana Mimil Mubarok dari Qudsiyyah Putri. Saat memasuki momen mahallul qiyam dilantunkan, sholawat yang penuh penghayatan, serta menciptakan suasana yang mengharukan, khidmat dan  terasa hangat. setelah pembacaan mahallul qiyam disambung dengan lantunan  mabruk alfa mabruk yang diiringi dengan terbangan  sebagai ungkapan rasa syukur atas hari lahir Qudsiyyah Putri yang ke-9  tahun. Momentum tersebut semakin bermakna dengan dilakukannya pemotongan tumpeng sebagai simbol kebersamaan dan keberkahan. kemeriahan suasana semakin memuncak saat dentuman petasan terdengar, menciptakan momen yang benar-benar mengesankan bagi semua yang hadir, langit seolah ikut merayakan momen tersebut, dan momen ini terasa jauh lebih hidup, hangat, sekaligus tak terlupakan.

Melengkapi rangkaian peringatan hari lahir Qudsiyyah Putri tahun ini, pasar tiban hadir sebagai salah satu daya tarik untuk menyemarakkan suasana. Berbagai stand yang menjajakan makanan, minuman. Aroma jajanan yang menggoda dan suara tawar-menawar menambah semarak suasana.

Pada hari ketiga, rangkaian kegiatan ditutup dengan ziarah  masyayikh, yakni mengunjungi makam pendiri yang memiliki peran besar dalam berdirinya dan berkembangnya Qudsiyyah diantaranya; Syekh Sunan Ja'far Shodiq, KH.R. Asnawi, KH Yahya Arif, KH Ma'ruf Asnawi, KH Ma'ruf Irsyad, KH Sya' roni, KH EM Nadjib Hasan, KH Fatkhur Rohman. Suasana semakin syahdu saat para santriwati berjalan kaki menuju makam para masyayikh. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh khidmat, diawali dengan pembacaan tahlil, dan do’a. Ziarah ini menjadi pengingat bagi para santri akan pentingnya menghormati jasa para ulama serta meneladani semangat perjuangan mereka dalam menegakkan dakwah dan pendidikan Islam.

Peringatan Harlah ke-9 Qudsiyyah Putri ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga mampu memperkuat jati diri lembaga sebagai pusat pendidikan yang menjunjung tinggi nilai keilmuan dan akhlak. Melalui rangkaian kegiatan yang sarat makna tersebut, diharapkan seluruh santri dapat terus melanjutkan perjuangan para pendahulu dengan semangat yang lebih kuat, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di masa yang akan datang.