Melahirkan Putri Sholihah, Salaf, dan Mandiri

Sabtu, 11 April 2026

HARLAH KE-9 QUDSIYYAH PUTRI DIGELAR KHIDMAT DAN SEMARAK, PERKUAT TRADISI DAN KEBERSAMAAN

 

Qudsiyyah Putri kembali memperingati Hari Lahirnya yang ke-9 pada Rabu Kliwon malam Kamis Legi 9 April 2026 TU/20 Syawwal 1447 H  dengan rangkaian kegiatan yang berlangsung selama dua hari penuh. Peringatan ini tidak hanya menjadi rangkaian acara, tetapi juga sebagai momentum penting untuk merefleksikan perjalanan lembaga, memperkuat nilai-nilai keislaman, serta menumbuhkan semangat kebersamaan di kalangan santri dan seluruh sifitas akademika.

Rangkaian kegiatan diawali pada hari pertama dengan khataman Al-Qur’an yang diikuti oleh seluruh santri dan dipimpin oleh Aisya Nahja Silmiya, Farah Rayya Makki, Ro’yanaa Fauziya Zahra, Atik Abidah. Suasana khusyuk begitu terasa sejak awal hingga akhir acara, dengan lantunan ayat suci yang menggema di lingkungan pesantren. Kegiatan ini kemudian ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur atas segala nikmat dan keberkahan yang telah menyertai perjalanan Qudsiyyah Putri hingga memasuki usia ke-9. Khataman ini juga menjadi simbol komitmen untuk terus menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dalam menuntut ilmu dan berakhlak.

Setelah khataman, acara berlanjut dengan opening ceremony sebagai pembukaan resmi rangkaian Harlah ke-9 dan dibuka langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri beliau bapak Muhammad Ainun Najib. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh semangat dan dukungan dari para dewan guru, dan seluruh santriwati pondok pesantren Qudsiyyah Putri.

Memasuki hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan pengajian.  Mauidhoh hasanah yang disampaikan oleh Mbah K.H Halim Ma’ruf memberikan pesan mendalam tentang adat santri Qudsiyyah. Pembacaan Maulid Nabi dipimpin oleh grup rebana Mimil Mubarok dari Qudsiyyah Putri. Saat memasuki momen mahallul qiyam, seluruh dewan guru maupun Qudsiyyah Putri berdiri dan melantunkan sholawat dengan penuh penghayatan, menciptakan suasana yang khidmat namun tetap terasa hangat. Bersamaan dengan itu, ucapan mabruk mulai disampaikan sebagai ungkapan rasa syukur atas peringatan harlah. Momentum tersebut semakin bermakna dengan dilakukannya pemotongan tumpeng sebagai simbol kebersamaan dan keberkahan. Suasana langsung meledak jadi super meriah saat petasan dinyalakan dentumannya bikin semua orang terpukau, langit seolah ikut berpesta, dan momen ini terasa jauh lebih hidup, hangat, heboh, sekaligus tak terlupakan.

Suasana semakin meriah dengan hadirnya pasar tiban yang menjadi salah satu daya tarik utama dalam peringatan harlah tahun ini. Berbagai stand yang menjajakan makanan, minuman, dari yang tradisional sampai yang modern. Aroma jajanan yang menggoda dan suara tawar-menawar menambah semarak suasana.

Pada hari ketiga, rangkaian kegiatan ditutup dengan ziarah ke masyayikh, yakni mengunjungi makam pendiri yang memiliki peran besar dalam berdirinya dan berkembangnya Qudsiyyah. Suasana semakin syahdu saat para santriwati berjalan kaki menuju makam para masyayikh. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh khidmat, diawali dengan pembacaan tahlil, dan do’a. Ziarah ini menjadi pengingat bagi para santri akan pentingnya menghormati jasa para ulama serta meneladani semangat perjuangan mereka dalam menegakkan dakwah dan pendidikan Islam.

Peringatan Harlah ke-9 Qudsiyyah Putri ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga mampu memperkuat jati diri lembaga sebagai pusat pendidikan yang menjunjung tinggi nilai keilmuan dan akhlak. Melalui rangkaian kegiatan yang sarat makna tersebut, diharapkan seluruh santri dapat terus melanjutkan perjuangan para pendahulu dengan semangat yang lebih kuat, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di masa yang akan datang.