Qudsiyyah Putri kembali
memperingati Hari Lahirnya yang ke-9 pada Rabu Kliwon malam Kamis Legi 9 April
2026 TU/20 Syawwal 1447 H dengan
rangkaian kegiatan yang berlangsung selama dua hari penuh. Peringatan ini tidak
hanya menjadi rangkaian acara, tetapi juga sebagai momentum penting untuk
merefleksikan perjalanan lembaga, memperkuat nilai-nilai keislaman, serta
menumbuhkan semangat kebersamaan di kalangan santri dan seluruh sifitas
akademika.
Rangkaian kegiatan
diawali pada hari pertama dengan khataman Al-Qur’an yang diikuti oleh
seluruh santri dan dipimpin oleh Aisya Nahja Silmiya, Farah Rayya Makki,
Ro’yanaa Fauziya Zahra, Atik Abidah. Suasana khusyuk begitu terasa sejak awal
hingga akhir acara, dengan lantunan ayat suci yang menggema di lingkungan
pesantren. Kegiatan ini kemudian ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan
rasa syukur atas segala nikmat dan keberkahan yang telah menyertai perjalanan
Qudsiyyah Putri hingga memasuki usia ke-9. Khataman ini juga menjadi simbol
komitmen untuk terus menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dalam menuntut
ilmu dan berakhlak.
Setelah khataman, acara
berlanjut dengan opening ceremony sebagai pembukaan resmi rangkaian
Harlah ke-9 dan dibuka langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri
beliau bapak Muhammad Ainun Najib. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh
semangat dan dukungan dari para dewan guru, dan seluruh santriwati pondok
pesantren Qudsiyyah Putri.
Memasuki hari kedua,
kegiatan dilanjutkan dengan pengajian. Mauidhoh hasanah yang disampaikan oleh Mbah
K.H Halim Ma’ruf memberikan pesan mendalam tentang adat santri Qudsiyyah. Pembacaan
Maulid Nabi dipimpin oleh grup rebana Mimil Mubarok dari Qudsiyyah Putri. Saat
memasuki momen mahallul qiyam, seluruh dewan guru maupun Qudsiyyah Putri
berdiri dan melantunkan sholawat dengan penuh penghayatan, menciptakan suasana
yang khidmat namun tetap terasa hangat. Bersamaan dengan itu, ucapan mabruk
mulai disampaikan sebagai ungkapan rasa syukur atas peringatan harlah. Momentum
tersebut semakin bermakna dengan dilakukannya pemotongan tumpeng sebagai simbol
kebersamaan dan keberkahan. Suasana langsung meledak jadi super meriah saat
petasan dinyalakan dentumannya bikin semua orang terpukau, langit seolah ikut
berpesta, dan momen ini terasa jauh lebih hidup, hangat, heboh, sekaligus tak
terlupakan.
Suasana semakin meriah
dengan hadirnya pasar tiban yang menjadi salah satu daya tarik utama
dalam peringatan harlah tahun ini. Berbagai stand yang menjajakan makanan,
minuman, dari yang tradisional sampai yang modern. Aroma jajanan yang menggoda
dan suara tawar-menawar menambah semarak suasana.
Pada hari ketiga,
rangkaian kegiatan ditutup dengan ziarah ke masyayikh, yakni mengunjungi
makam pendiri yang memiliki peran besar dalam berdirinya dan berkembangnya
Qudsiyyah. Suasana semakin syahdu saat para santriwati berjalan kaki menuju
makam para masyayikh. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh khidmat, diawali
dengan pembacaan tahlil, dan do’a. Ziarah ini menjadi pengingat bagi para
santri akan pentingnya menghormati jasa para ulama serta meneladani semangat
perjuangan mereka dalam menegakkan dakwah dan pendidikan Islam.
Peringatan Harlah ke-9
Qudsiyyah Putri ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga
mampu memperkuat jati diri lembaga sebagai pusat pendidikan yang menjunjung
tinggi nilai keilmuan dan akhlak. Melalui rangkaian kegiatan yang sarat makna
tersebut, diharapkan seluruh santri dapat terus melanjutkan perjuangan para
pendahulu dengan semangat yang lebih kuat, serta mampu memberikan kontribusi
positif bagi masyarakat di masa yang akan datang.





