Kudus,
26-27 Mei 2026/9-10 Dzulhijjah 1447 – Hari Raya Idul Adha
1447 H, menjadi momen yang penuh kebahagiaan dan keberkahan bagi seluruh santri
Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri.
Pagi
hari Idul Adha, seluruh santri bersiap mengikuti salat Id. Sejak fajar
menyingsing, para santri bersemangat untuk melantunkan takbir sambil menunggu
imam datang. Dengan mengenakan pakaian terbaik, hati yang suci dan penuh syukur.
Setelah sholat, dilanjut khutbah dari beliau bapak Muhammad Ainun Najib
selaku pengasuh pondok pesantren Qudsiyyah Putri.
Setelah
pelaksanaan salat Id, kegiatan dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban.
Proses penyembelihan dilakukan sesuai syariat Islam dan diawasi oleh panitia
dari segenap dewan guru Qudsiyyah Putri dan para pengurus Qudsiyyah Putri. Para
santri turut menyaksikan dan membantu berbagai keperluan selama proses
berlangsung dari penyembelihan sampai pendistribusian daging. Kesibukan para
santri dan panitia berlanjut hingga sore hari. Sebagian daging kurban diolah
menjadi berbagai makanan untuk dinikmati bersama keluarga besar Qudsiyyah Putri
baik santri maupun guru.
Salah
satu kegiatan yang paling dinantikan oleh para santri adalah acara bakar-bakar
bersama. Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana santai dan penuh canda
tawa. Para santri berkumpul bersama teman-teman dan Pembina kamar untuk menikmati hidangan yang telah disiapkan.
Gelak tawa dan canda menghiasi kebersamaan pada malam itu.
Puncak
kemeriahan Iduladha di Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri berlangsung pada malam
hari melalui acara mayoran bersama. Berbagai menu telah disajikan yang diolah
dari daging Qurban. Para santri menikmati hidangan tersebut dalam suasana penuh
kekeluargaan dan kebersamaan. Momen makan bersama ini menjadi kesempatan untuk
saling berbagi cerita dan kebahagiaan.
Rangkaian
Iduladha di Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri mengajarkan santri tentang
pengorbanan, keikhlasan, kebersamaan, dan kepedulian sosial melalui ibadah
kurban. Selain sebagai bentuk ketaatan kepada Allah Swt., kegiatan pembagian
daging kurban kepada masyarakat yang berhak juga melatih empati santri untuk
saling berbagi rezeki. Nilai-nilai ini diharapkan terus tertanam dalam diri
mereka sebagai bekal hidup bermasyarakat di masa depan





