Melahirkan Putri Sholihah, Salaf, dan Mandiri

Kamis, 28 Mei 2026

GEMA TAKBIR, SUCIKAN HATI, TEBARKAN BERKAH KURBAN

 

Kudus, 26-27 Mei 2026/9-10 Dzulhijjah 1447 – Hari Raya Idul Adha 1447 H, menjadi momen yang penuh kebahagiaan dan keberkahan bagi seluruh santri Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri.

Pagi hari Idul Adha, seluruh santri bersiap mengikuti salat Id. Sejak fajar menyingsing, para santri bersemangat untuk melantunkan takbir sambil menunggu imam datang. Dengan mengenakan pakaian terbaik, hati yang suci dan penuh syukur. Setelah sholat, dilanjut khutbah dari beliau bapak Muhammad Ainun Najib selaku pengasuh pondok pesantren Qudsiyyah Putri.

Setelah pelaksanaan salat Id, kegiatan dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban. Proses penyembelihan dilakukan sesuai syariat Islam dan diawasi oleh panitia dari segenap dewan guru Qudsiyyah Putri dan para pengurus Qudsiyyah Putri. Para santri turut menyaksikan dan membantu berbagai keperluan selama proses berlangsung dari penyembelihan sampai pendistribusian daging. Kesibukan para santri dan panitia berlanjut hingga sore hari. Sebagian daging kurban diolah menjadi berbagai makanan untuk dinikmati bersama keluarga besar Qudsiyyah Putri baik santri maupun guru.

Salah satu kegiatan yang paling dinantikan oleh para santri adalah acara bakar-bakar bersama. Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana santai dan penuh canda tawa. Para santri berkumpul bersama teman-teman dan Pembina kamar  untuk menikmati hidangan yang telah disiapkan. Gelak tawa dan canda menghiasi kebersamaan pada malam itu.

Puncak kemeriahan Iduladha di Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri berlangsung pada malam hari melalui acara mayoran bersama. Berbagai menu telah disajikan yang diolah dari daging Qurban. Para santri menikmati hidangan tersebut dalam suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan. Momen makan bersama ini menjadi kesempatan untuk saling berbagi cerita dan kebahagiaan.

Rangkaian Iduladha di Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri mengajarkan santri tentang pengorbanan, keikhlasan, kebersamaan, dan kepedulian sosial melalui ibadah kurban. Selain sebagai bentuk ketaatan kepada Allah Swt., kegiatan pembagian daging kurban kepada masyarakat yang berhak juga melatih empati santri untuk saling berbagi rezeki. Nilai-nilai ini diharapkan terus tertanam dalam diri mereka sebagai bekal hidup bermasyarakat di masa depan