Melahirkan Putri Sholihah, Salaf, dan Mandiri

Info Pendaftaran Online Santri Baru

Tata Cara dan Langkah Pendaftaran Online

KHR. Asnawi Kudus

KHR. Asnawi Muassis Madrasah Qudsiyyah dan Pendiri NU

Ngaji Online Ponpes Qudsiyyah Putri

Ngaji Online rutin setiap ba'dal maghrib selain malam jumu'ah streaming via fb dan YT Qudsiyyah Putri

Profil Ponpes Qudsiyyah Putri

Visi, Misi, Tujuan, dan Kurikulum Ponpes

Profil MTs Qudsiyyah Putri

Visi, Misi, Tujuan, dan Kurikulum MTs Qudsiyyah Putri

Senin, 26 Januari 2026

BEDAH BUKU "RUMAH" BERSAMA J.S KHAIREN

Ahad, 25 Januari 2026 TU / 6 Sya’ban 1447 H. Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri Kudus sukses menyelenggarakan acara bedah buku bersama penulis nasional best‑seller J.S. Khairen, Nama lengkapnya Jombang Santani Khairen, penulis Minang yang produktif dan populer di Indonesia. Ia sudah menerbitkan banyak novel populer seperti Dompet Ayah Sepatu Ibu, Kami (Bukan) Sarjana Kertas, Melangkah, Kado Terbaik, Rinduku Sederas Hujan Sore Itu, dan lain- lain. Novel Rumah termasuk dalam daftar karya yang sedang/akan dirilis dan telah tercatat sebagai salah satu bukunya.  

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif antara peserta dan penulis, di mana banyak santriwati bertanya tentang teknik menulis, tantangan dalam menyusun plot pesantren, hingga bagaimana menjembatani nilai tradisional dan modern dalam karya sastra. Acara bedah buku ini ditutup dengan sesi foto bersama penulis dan pembagian buku serta tanda tangan eksklusif dari J.S. Khairen untuk peserta yang hadir.

Pengurus Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan literasi santriwati sekaligus membuka ruang dialog antara dunia akademik, pesantren, dan dunia kreatif. “Kami berharap santriwati tidak hanya pandai membaca kitab kuning, tetapi juga mampu mengekspresikan ide dan gagasan lewat tulisan,” ujar salah satu panitia acara.

Dengan diadakannya acara bedah buku karya J.S. Khairen, diharapkan dapat meningkatkan minat baca dan budaya literasi di kalangan peserta, khususnya generasi muda, serta menumbuhkan semangat berpikir kritis dan kreatif.

 

PINTAR ADMINISTRASI, ORGANISASI TERTATA RAPI

 

Kudus, 22-23 Januari 2026 TU/3-4 Sya’ban 1447 H — Dalam rangka mengevaluasi kerapian dan kekompakan pengurus, Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri mengadakan Diklat Administrasi bagi Pengurus Ikatan Santri Qudsiyyah Putri (ISQi).

Melalui diklat ini, para pengurus ISQi diajak untuk mempelajari administrasi organisasi pesantren, mulai dari pengelolaan surat-menyurat, penataan arsip, hingga penyusunan laporan kegiatan dan keuangan suapaya lebih tertata.

Diklat administrasi tahun ini terasa berbeda dari biasanya. Hal tersebut tidak lepas dari peran narasumber dan fasilitator yang menyampaikan materi dengan cara yang menarik, suasana kegiatan berlangsung lebih seru dan menyenangkan. Materi yang disampaikan tidak hanya sekadar konsep, tetapi juga dilengkapi dengan praktik langsung dan diskusi, sehingga pengurus dapat memahami serta menerapkannya dalam seluruh kegiatan ISQi. Dengan pendekatan tersebut, peserta dapat mengikuti kegiatan dengan antusias serta lebih mudah memahami materi yang disampaikan.

Dengan adanya diklat administrasi ini, diharapkan pengurus ISQi dapat semakin siap dalam mengelola organisasi secara rapi, kompak, dan bertanggung jawab, tanpa meninggalkan nilai-nilai pesantren yang selama ini menjadi pedoman. Kegiatan ini juga menjadi salah satu langkah dalam menyiapkan kader ISQI yang tidak hanya aktif, tetapi juga memahami tata kelola organisasi yang baik dan tertib.

 

SHARING EDUKASI BERSAMA MAULANA YUSUF

Kudus, 24 Januari 2026 TU / 4 Sya’ban 1447 H. – Maulana Yusuf menginspirasi generasi muda santriwati Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri melalui seminar yang memadukan public speaking, wirausaha, organisasi, dan pendidikan. Ia berbagi strategi  untuk mengasah kemampuan berbicara di depan umum, membangun jiwa kewirausahaan, serta mengelola organisasi secara efektif, sekaligus menekankan pentingnya pendidikan sebagai fondasi kesuksesan. Kurikulum pesantren kini tidak lagi hanya terpaku pada kajian kitab kuning. Berbagai pesantren sudah memunculkan market day dan pelatihan kewirausahaan untuk menyiapkan santriwati menghadapi tantangan zaman.

Pendidikan wirausaha di pondok pesantren kini menjadi pilar utama untuk membekali santri sebelum terjun ke masyarakat. Melalui kurikulum formal dan praktik lapangan, santri dilatih memiliki kemandirian, keterampilan teknis seperti manajemen keuangan, dan kemampuan public speaking. Pendekatan ini tidak hanya memperdalam ilmu agama, tetapi juga membekali santri untuk mengelola potensi lokal menjadi peluang bisnis, menjadikan pesantren sebagai pusat pengembangan ekonomi sekaligus pendidikan agama, serta melahirkan generasi mandiri setelah lulus.

Melalui Organisasi Ikatan Santri Qudsiyyah Putri (ISQi), santriwati melatih kepemimpinan, kerja sama, berkomunikasi antar pengurus dan mengatur administrasi. Pengurus di Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri melatih  mengatur ribuan santri, yang secara tidak langsung membentuk karakter pemimpin yang tangguh dan disiplin.

Santri di pondok pesantren dilatih public speaking untuk meningkatkan keberanian, komunikasi, dan percaya diri. Keterampilan ini membekali mereka menghadapi tantangan akademik, kepemimpinan, dan dunia kerja setelah lulus. 

Minggu, 18 Januari 2026

MENABUNG SEJAK DINI UNTUK MASA DEPAN YANG LEBIH TERENCANA


Seminar Menabung telah dilaksanakan di Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri yang diikuti oleh seluruh santri kelas 4, 5, dan 6. Pada tanggal 21 Rajab 1447 H/ 10 Januari 2026 TU. Kegiatan ini menghadirkan narasumber beliau Bapak Mc. Mifrohul Hana, ME Sy & Bapak Alfiyan Chasanul Muna, S.Sos.   

Seminar Menabung ini sebagai bentuk pendidikan finansial bagi santri. Kegiatan ini merupakan salah satu progam unggulan ketua ISQi saat ini yakni Nadya Shofwatil Haq ia mempunyai tujuan untuk meningkatkan pemahaman santri mengenai pentingnya mengelola keuangan secara bijak sejak dini, sekaligus menanamkan kebiasaan menabung dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam seminar tersebut, santri diajak memahami pentingnya membedakan antara kebutuhan dan keinginan, serta cara sederhana menghitung uang saku agar dapat digunakan dengan lebih bertanggung jawab. Materi disampaikan dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami, sehingga santri dapat mengikuti kegiatan dengan antusias. Suasana kegiatan terasa santai, dan menyenangkan, sehingga materi tentang menabung dapat diterima dengan baik tanpa terasa membosankan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan santri dapat membiasakan diri untuk hidup hemat, gemar menabung, serta memiliki sikap tanggung jawab dalam mengelola keuangan. Seminar menabung ini menjadi salah satu upaya pondok pesantren dalam membekali santri dengan keterampilan hidup yang bermanfaat untuk masa depan.