Kudus, 24 Januari 2026 TU / 4 Sya’ban 1447 H. – Maulana Yusuf menginspirasi generasi muda santriwati Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri melalui seminar yang memadukan public speaking, wirausaha, organisasi, dan pendidikan. Ia berbagi strategi untuk mengasah kemampuan berbicara di depan umum, membangun jiwa kewirausahaan, serta mengelola organisasi secara efektif, sekaligus menekankan pentingnya pendidikan sebagai fondasi kesuksesan. Kurikulum pesantren kini tidak lagi hanya terpaku pada kajian kitab kuning. Berbagai pesantren sudah memunculkan market day dan pelatihan kewirausahaan untuk menyiapkan santriwati menghadapi tantangan zaman.
Pendidikan wirausaha di pondok pesantren kini menjadi pilar utama untuk membekali santri sebelum terjun ke masyarakat. Melalui kurikulum formal dan praktik lapangan, santri dilatih memiliki kemandirian, keterampilan teknis seperti manajemen keuangan, dan kemampuan public speaking. Pendekatan ini tidak hanya memperdalam ilmu agama, tetapi juga membekali santri untuk mengelola potensi lokal menjadi peluang bisnis, menjadikan pesantren sebagai pusat pengembangan ekonomi sekaligus pendidikan agama, serta melahirkan generasi mandiri setelah lulus.
Melalui Organisasi Ikatan Santri Qudsiyyah Putri (ISQi), santriwati melatih
kepemimpinan, kerja sama, berkomunikasi antar pengurus dan mengatur
administrasi. Pengurus di Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri melatih mengatur ribuan santri, yang secara tidak
langsung membentuk karakter pemimpin yang tangguh dan disiplin.
Santri di pondok pesantren dilatih public speaking untuk meningkatkan keberanian, komunikasi, dan percaya diri. Keterampilan ini membekali mereka menghadapi tantangan akademik, kepemimpinan, dan dunia kerja setelah lulus.





