Melahirkan Putri Sholihah, Salaf, dan Mandiri

Info Pendaftaran Online Santri Baru

Tata Cara dan Langkah Pendaftaran Online

KHR. Asnawi Kudus

KHR. Asnawi Muassis Madrasah Qudsiyyah dan Pendiri NU

Ngaji Online Ponpes Qudsiyyah Putri

Ngaji Online rutin setiap ba'dal maghrib selain malam jumu'ah streaming via fb dan YT Qudsiyyah Putri

Profil Ponpes Qudsiyyah Putri

Visi, Misi, Tujuan, dan Kurikulum Ponpes

Profil MTs Qudsiyyah Putri

Visi, Misi, Tujuan, dan Kurikulum MTs Qudsiyyah Putri

Senin, 16 Desember 2024

Keyakinan Adalah Kunci Dari Segalanya, Em. Nadjib Hassan

 


 


Menjadi pribadi yang bermanfaat adalah karakter yang harus dimiliki oleh seorang muslim. Dengan menjadi pribadi yang bermanfaat kita dapat memberikan dampak positif bagi diri kita dan orang lain. “Kuncinya orang hidup itu harus banyak belajar yang baik, dan rajin, kalau bekalnya baik tinggal mengembangkan saja” itulah yang dikatakan Drs. KH. Em. Nadjib Hassan. Pria kelahiran Kudus, 25 November 1956 ini merupakan ketua Jl.Menara No.01, hal tersebut membuat beliau sangat cinta dengan kota Kudus.

 

KH. Nadjib Hassan menempuh Pendidikan di Madrsah Qudsiyyah sejak memasuki jenjang MTs. Dari sinilah beliau mulai mempelajari ilmu agama, walaupun beliau tidak pernah mondok, tetapi beliau sering mengikuti kegiatan-kegiatan keagamaan seperti Batshul Matsail, Munadharoh, dan lain lain. Disinilah beliau dapat bertemu dan mengenal para masyayikh, diantaranya KH. Sya’roni ahmadi, KH. Turaichan Adjhuri, dan Kyai Yusuf Muhammad. Setelah lulus dari Qudsiyyah belisu melanjutkan kuliah di IAIN Yogyakarta dan dimintai untuk menjadi dosen disana, tetapi beliau menolak dan memilih kembali untuk berkiprah di Kudus.

 

Saat beliau sudah di Kudus, beliau diamanahi untuk memimpin Yayasan Menara, sekaligus mengajar di Madrasah Qudsiyyah, tempat beliau menuntut ilmu. Beliau juga mendapat banyak tawaran pekerjaan, tetapi beliau selalu menolak dan memberikan pada orang lain, karena beliau ingin berkiprah di Masyarakat.

 

Pada tahun 1987, beliau diangkat menjadi Katib NU, padahal sebelumnya beliau tidak pernah mengikuti kegiatan di Tingkat ranting maupun MWC, tapi akhirnya beliau tetap menjalaninya dengan niat aktif di NU sekaligus beliau belajar, karena menurut beliau belajar itu dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja, tidak terbatas dibangku sekolah atau kuliah.

 

Pada tahun 1990, RSI Sunan Kudus didirikan, lalu beliau diutus menjadi manager rumah sakit dari situ beliau banyak belajar tentang management rumah sakit, dan beliau yakin bahwa semua bisa dilakukan asalkan ada kemauan “Kabeh-kabeh iku angger dilakoni” itulah ujar beliau.

 

Semakin banyak kagiatan, menurut beliau akan menambah semakin banyak wawasan. Jika mempunyai wawasan banyak pasti mempunyai konten dan bahan yang banyak pula.

 

Beliau berpesan “Tugas kita sebagai pelajar adalah banyak Mutholaah, banyak belajar, dan diskusi. Yang termasuk kelemahan dari kalangan Nahdliyyin adalah kurang terbiasa menulis” Hal ini dahulu telah dikritik oleh Cak Nun, beliau mengatakan bahwa NU kaya katalog tapi miskin metode.

Prinsip beliau dalah “Yang paling kunci dari semuanya adalah mendidik orang untuk berfikir secara sistematis”, karna pemikiran yang sistematis dapat diterapkan dalam semua aspek, baik dalam pendidikan, penerapan dalam Masyarakat, dan dalam bidang apapun. Berkat prinsip tersebut beliau dapat mengikuti banyak kegiatan dengan baik, meskipun tidak sesuai dengan pendidikannya, dan beliau berharap santri santri milenial zaman sekarang dapat berpegang pada prinsip tersebut untuk mencetak generasi yang dapat beradaptasi dalam lingkungan seperti apapun.

أهمية الحفاظ على الصحة النفسية للطالبات

 

                                                      Oleh: Kholda Labibah (5 tahfidz A)

التحافظ على الصحة أمر يجب علينا، خاصة على الطالبات.

فما هي الصحة النفسية؟

الصحة النفسية هي حالة يكون فيها الإنسان له ملكة نفسية يعلم بها أن عنده قوة على السيطرة، وأن عنده ملكة يقضي بها على ضغطات عيشه في كل حال من أحواله في جميع مسيراته، ويستطيع العمل بشكل منتج، وبذل السهام لجميع مواصليهم.

الصحة النفسية لها أثر قوي على حياة الإنسان اليومية، لا سيما الطالبات اللاتي يجاهدْن في طلب العلم في المعاهد الإسلامية، ويتكيّفْن بالبيئة الجديدة، والأصدقاء الجدد، والنظام الجديد، مع متطلبات حفظ المعلومات، وهن بعيدات من والديهن. فطبعا لا يسهل عليهن ترتيب النفس والعقل في المعاهد على وجه جيد.

فما هي العوامل المؤثرة على صحة الطالبات النفسية؟

هناك كثير من العوامل المؤثرة على الصحة النفسية لدى الطالبات، منها: العامل الموهبي، والصفة الشخصية، والعامل الوراثي، وأنشطة المعهد، وكيفية التعامل والمعاشرة بين الطالبات، وعلاقتهن مع مشرفاتهن.

هذه العوامل المذكورة تدل على مدى أهمية حفاظ الطالبات على الصحة النفسية. فهذه العوامل لابد لنا أن نهتم بها. وإلا، أصابتنا الأمراض النفسية.

فما المراد بالأمراض النفسية؟

الأمراض النفسية هي المشكلات الصحية التي تؤثر أفكار وشعور وتصرفات وأحوال قلب الإنسان. هذه الأمراض قد يكون لها أثر خفيف أو أثر شديد في مسير حياة الإنسان اليومية.

فما هي النتائج المترتبة على هذه الأمراض النفسية؟

هناك نتائج كثيرة، منها سهولة الغضب، والهموم، والقلق، والانفراد عن المعاشرة والمعاملة، وعدم التركيز، وظهور المشكلات في الأنشطة اليومية وغير ذلك.

فما هي الطرق والكيفيات التي تحافظ على النفس لدى الطالبات كي يبعدن عن هذه الأمراض النفسية؟

الطريقة الأساسية التي يمكن أن تسلكها الطالبات للإبعاد عن هذه الأمراض النفسية هي المداومة على الرياضية، وترتيب النظام الغذائي، وتجنب العادات السيئة، وتقوية الدعم الاجتماعي، والحفاظ على الصحة البدنية، والنوم الكافي. وكذلك، تتبعد الطالبات عن هذه الأمراض بكثرة قراءة القرآن، والصوم، والصلاة، والذكر، ودوام الشكر على جميع ما أنعم الله عليهن من نعمه الغافرة.

هذا كله يدل على أن المحافظة على الصحة النفسية مهم أيّ مهم على كل الطالبات، لأنها تمكنهن من أن يشاركن في جميع أنشطة المعهد بكل هدوء، ونشاط، ومسؤولية، مع حسن النية لله تعالى.

 

How to Uninstal Negativity From Ourself

Oleh: Andini Putri Ayu Lestari (5 Tahfidz B)

                                                Nuha Janiyya (3 Kitab A)

Mental health is encompasses emotional, psychological, and social well-being. Depression, anxiety, and stress are one of the common mental health challenges. Negativity is one of the causal factors of mental illness. Of course, everyone can have a healthy mental for theirselves, because should prioritize it, so...

How to uninstall negativity from ourselves: 

    1)   Leave friends or patners who bring negativity.

Friends are the closest people that we have in Pesantren, as our closest people, they can influence our life. Like one of common proverb sounds “Make friends with parfumme seller, and don’t make friends with steel maker, cause if you make friends with a parfumme seller you will be splashed the fragrance, but if you make a friends with steel maker you will be exposed the heat“

 So, you have to make friends with people who brings benefit and positive things.

    2)   Stir up yourself with positive things.

Absolutely, as santri we have so many obligations like study, memorize Al-Qur’an or Alfiyyah. But, if you want to have a healthy mental you shouldn’t make your obligations and your bustles as your load. But you have to enjoy it, and still regulate your time and equalize your obligations and your rights as a santri.

    3)   Approach ourselves to Allah.

·       How?

-        Adjust oneself to dzikir

-        Avoid your carnal desire (like zuhud and fasting)

-        Do sunnah pious (like tahajud, witir, etc.)

-        Reciting the holy Qur’an certainly


4)   Keep close to people around us


Be trapped in sadness is a negative thing, you can do a deep talk with your parents, sisters, brothers or your bestfriend, so that the negative things will disappear.

    5)   Do reflection

Reflection is used to calm yourself down. So, these are the steps:

-        Place yourself at quite place

-        Close your eyes

-        Take a deep breath from your noise slowly

-        Exhale it from your mouth slowly

-        Do it until you feel better!

Or, you can hug yourself when you feel down and say “it’s ok, it’s fine, the problem will go away, you are enough, you are worth it!”  

       Help yourself, help others! help the world to have a healthy mental! do it without fear or judgement. Cause I believe that everyone can have their own healthy mental.

 

 

 

                         

 


Sabtu, 14 Desember 2024

Protokoler terampil, Acara terorganisir

                                    

Untuk keberhasilan progam yang dilakukan oleh sebuah organisasi dan untuk menghasilkan penyelenggara yang baik dan runtut pasti dibutuhkan wawasan tentang keprotokolan. Maka dari itu pengurus Ikatan Santri Qudsiyyah Putri (ISQi) mengadakan Diklat Keprotokolan yang dilaksanakan di gedung BLKK Ponpes Qudsiyyah Putri pada tanggal 12 – 13 Desember 2024.




Kegiatan ini diikuti oleh 45 peserta kelas 9,10,11 dari pengurus ISQi. Kegiatan ini berlangsung selam 2 hari dimulai pada jam 14.00 para peserta berjalan kaki menuju gedung BLKK. Ada 2 materi yang bisa didapatkan dalam Diklat ini yaitu: manajemen kegiatan dan keprotokolan, tidak hanya materi saja yang didapatkan tapi kita juga melakukan praktek membuat teks MC dan cara menjadi MC yang baik dan benar.

Pengasuh Ponpes Qudsiyyah Putri dalam sambutan opening ceremony mengatakan “berjalannya sebuah organisasi membutuhkan adanya pemahaman tentang keprotokolan, keprotokolan tidak hanya aturan menjadi mc yang baik tetapi meliputi tata dekor, tata ruang, tata busana, dll.

 Bisakah mengadakan acara tanpa adanya keprotokolan? No problem, akan tetapi hasil dari acara tersebut tidak akan terlaksana dengan baik dan runtut karena tidak adanya rancangan atau persiapan terlebih dahulu.

 


Selasa, 10 Desember 2024

Menjadi Saksi Perjuangan Santriwati: Imtihan Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri

Kudus, Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri telah selesai mengadakan Imtihan bagian Semester Gasal pada tanggal 7 - 9 Desember 2024. Kegiatan ujian ini merupakan dari evaluasi pembelajaran bagi santriwati di akhir semester pertama tahun ajaran 2024/2025. Imtihan ini diikuti oleh seluruh santriwati dengan penuh semangat dan kesiapan yang matang.

Imtihan berlangsung selama tiga hari, dengan ujian yang mencakup berbagai Pelajaran kitab-kitab salaf, mulai dari kitabنور االيقين, بلوغ المرام,اداب العالم والمتعلم, hingga masih banyak lainnya. Dan tak hanya Pelajaran salaf, mata pelajaran umum juga seperti bahasa Inggris. Setiap pelaksanaan ini, ujian dilaksanakan dengan ketat dan tertib, memastikan setiap santriwati dapat menunjukkan kemampuan terbaik mereka.

Selama tiga hari ujian, para santriwati menunjukkan dedikasi dan keseriusannya dalam menghadapi setiap ujian. Banyak di antara mereka yang telah mempersiapkan diri dengan baik, bahkan sampai bertanya kepada kakak kakak seniornya.

Imtihan semester ini diharapkan dapat menjadi tolok ukur untuk perbaikan dan pengembangan program pembelajaran di Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri. Para santriwati juga diingatkan untuk tidak hanya fokus pada hasil akademik, tetapi juga untuk terus meningkatkan kualitas akhlak dan kepribadian yang menjadi bagian penting dalam pendidikan pesantren.

Setelah ujian selesai, para santriwati akan menerima hasil imtihannya, dan tidak hanya nilai imtihannya saja yang dinilai melainkan juga dengan hafalan mereka, baik hafalan Al-Qur’an maupun Alfiyyah.

Dengan selesainya Imtihan Semester 1 ini, diharapkan para santriwati semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas diri dan terus berusaha mencapai tujuan pendidikan yang lebih tinggi.

Top of Form

 

Bottom of Form