Pesantren yang nyaman untuk santri belajar dan mengaji mungkin butuh beberapa biaya untuk Pembangunan dan fasilitas yang cukup untuk kebutuhan santri selama tinggal di pesantrren tanpa kehidupan bersama kedua orang tuanya.
Namun, jejak
lama Qudsiyyah Putri ini cukup berbeda dengan pesantren lainnya. Dari bangunan
tua yang dipenuhi tumpukan-tumpukan rumput, ruangan-ruangan yang dipenuhi
debu-debu dan beberapa gedung terbengkalai. Hingga, sampai di titik ini gedung
kosong yang dulunya sudah lama terbengkalai dan tidak terhuni, kini menjadi
suatu lembaga pendidikan islam yang sudah mengeluarkan beberapa santri
berpresetasi.
Dulu, gedung
ini tidak mewah dan juga tidak megah, entah mengapa samapi saat ini gedung itu
menjadi madrasah putri yang hebat. Oleh karena itu, Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri memiliki pengasuh yang begitu hebat yang sigap membimbing santri–santri
putri dari awal tapakan kaki-kaki kecil melangkah kedunia ilmu hingga di detik
ini, tangan-tangan yang dulunya hanya memegang pena dilembaran kertas putih
kini tangan itu berdiri tinggi membawa hasil lembaran yang dulu ia tulis dengan
pena.
Sosok
relawan Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri, beliau Bapak Muhammad Isbah Kholili
berperan sebagai pangasuh pertama Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri yang tak
kenal lelah. Hebatnya, beliau bukan hanya sekedar pengasuh, melainkan beliau juga merupakan seorang ayah dari beberapa anaknya.
Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri ini bisa berdiri tinggi berkat do’a dan usaha dari
guru-guru dan staff karyawan. ketika langkah beliau-beliau pada tahun 2017, Qudsiyyah
putri ini juga membangun beberapa gedung asrama dan koprasi santri. Fasilitas
yang ada di Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri ini sudah sangat mencukupi
kehidupan santri ketika berada di pesantren, tidak hanya fasilitas bahkan
beberapa progam ekstra dan organisasi di sini terbuka untuk membangun
bakat-bakat santri dan keberanian atau ketegasan para santri saat berada di
depan umum.
Tidak hanya
fasilitas dan programnya yang luar biasa bahkan santrinya pun juga tak kalah
luar biasanya, beberapa tumpukan sertifikat penghargaan yang sudah di dapat
beberapa santri dan medali-medali emas perak yang di gantung di bebepara
etalase Qudsiyyah Putri.
Di Qudsiyyah Putri ini juga ada kegiatan wajib seperti jamaah, ngaji kitab, lalaran dan murojaah. Qudsiyyah putri kini tak sebanding dengan dulu lagi, yang dulunya hanya dipenuhi dengan rumput-rumput segar, kini Qudsiyyah Putri di penuhi dengan ribuan santri-santri putri berprestasi. Dari jejak pondok pesantren Qudsiyyah Putri ini kita bisa belajar bahwa, setiap langkah kecil penuh usaha bisa merubah masa depan menjadi cerah.
Oleh: Indi Helga Janitra





