Melahirkan Putri Sholihah, Salaf, dan Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026

Titik Balik 2017; Saat Qudsiyyah Putri Mengukir Nama


Pesantren yang nyaman untuk santri belajar dan mengaji mungkin butuh beberapa biaya untuk Pembangunan dan fasilitas yang cukup untuk kebutuhan santri selama tinggal di pesantrren tanpa kehidupan bersama kedua orang tuanya.

Namun, jejak lama Qudsiyyah Putri ini cukup berbeda dengan pesantren lainnya. Dari bangunan tua yang dipenuhi tumpukan-tumpukan rumput, ruangan-ruangan yang dipenuhi debu-debu dan beberapa gedung terbengkalai. Hingga, sampai di titik ini gedung kosong yang dulunya sudah lama terbengkalai dan tidak terhuni, kini menjadi suatu lembaga pendidikan islam yang sudah mengeluarkan beberapa santri berpresetasi.

Dulu, gedung ini tidak mewah dan juga tidak megah, entah mengapa samapi saat ini gedung itu menjadi madrasah putri yang hebat. Oleh karena itu, Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri memiliki pengasuh yang begitu hebat yang sigap membimbing santri–santri putri dari awal tapakan kaki-kaki kecil melangkah kedunia ilmu hingga di detik ini, tangan-tangan yang dulunya hanya memegang pena dilembaran kertas putih kini tangan itu berdiri tinggi membawa hasil lembaran yang dulu ia tulis dengan pena.

Sosok relawan Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri, beliau Bapak Muhammad Isbah Kholili berperan sebagai pangasuh pertama Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri yang tak kenal lelah. Hebatnya, beliau bukan hanya sekedar pengasuh, melainkan beliau juga merupakan seorang ayah dari beberapa anaknya.

Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri ini bisa berdiri tinggi berkat do’a dan usaha dari guru-guru dan staff karyawan. ketika langkah beliau-beliau pada tahun 2017, Qudsiyyah putri ini juga membangun beberapa gedung asrama dan koprasi santri. Fasilitas yang ada di Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri ini sudah sangat mencukupi kehidupan santri ketika berada di pesantren, tidak hanya fasilitas bahkan beberapa progam ekstra dan organisasi di sini terbuka untuk membangun bakat-bakat santri dan keberanian atau ketegasan para santri saat berada di depan umum.

Tidak hanya fasilitas dan programnya yang luar biasa bahkan santrinya pun juga tak kalah luar biasanya, beberapa tumpukan sertifikat penghargaan yang sudah di dapat beberapa santri dan medali-medali emas perak yang di gantung di bebepara etalase Qudsiyyah Putri.

Di Qudsiyyah Putri ini juga ada kegiatan wajib seperti jamaah, ngaji kitab, lalaran dan murojaah. Qudsiyyah putri kini tak sebanding dengan dulu lagi, yang dulunya hanya dipenuhi dengan rumput-rumput segar, kini Qudsiyyah Putri di penuhi dengan ribuan santri-santri putri berprestasi. Dari jejak pondok pesantren Qudsiyyah Putri ini kita bisa belajar bahwa, setiap langkah kecil penuh usaha bisa merubah masa depan menjadi cerah.


Oleh: Indi Helga Janitra