Melahirkan Putri Sholihah, Salaf, dan Mandiri

Info Pendaftaran Online Santri Baru

Tata Cara dan Langkah Pendaftaran Online

KHR. Asnawi Kudus

KHR. Asnawi Muassis Madrasah Qudsiyyah dan Pendiri NU

Ngaji Online Ponpes Qudsiyyah Putri

Ngaji Online rutin setiap ba'dal maghrib selain malam jumu'ah streaming via fb dan YT Qudsiyyah Putri

Profil Ponpes Qudsiyyah Putri

Visi, Misi, Tujuan, dan Kurikulum Ponpes

Profil MTs Qudsiyyah Putri

Visi, Misi, Tujuan, dan Kurikulum MTs Qudsiyyah Putri

Minggu, 19 Februari 2023

Peringatan turunnya wahyu salat 5 waktu





           Di bulan Rajab ini Ponpes Qudsiyyah Putri memperingati hari dimana Kanjeng Nabi Muhammad Sallallahu ‘Alaihi Wasallam mendapat perintah mengerjakan salat 5 waktu, yang tadinya 50 waktu kemudian Nabi meminta keringanan – keringanan hingga akhirnya menjadi 5 waktu.

             Peristiwa ini dinamakan dengan peristiwa Isra’ Mi’raj yang menceritakan perjalanan Kanjeng Nabi mulai dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, hingga  Nabi mendapatkan perintah salat 5 waktu.

            Peringatan Isra’ Mi’raj dilaksanakan pada hari Sabtu, 18 Februari 2023 M /27 Rajab 1444. Acara tersebut diawali dengan lantunan sholawat oleh grub Rebana Mimil Mubarok Qudsiyyah Putri dan diikuti oleh  seluruh santri, guru dan karyawan Ponpes Qudsiyyah Putri dengan khidmat.

            Pada malam itu juga, Ponpes Qudsiyyah Putri meresmikan TUQU [toko unit Qudsiyyah] yang diresmikan langsung oleh Ketua Yayasan yakni Bapak Em Najib Hasan. “ Sebenarnya ini sudah saya kritik dari lama, saat tanggal merah tidak diliburkan tapi diisi dengan hal yang manfaat, seperti tadi pagi sudah memperingati Isra’ Mi’raj madrasah, dilanjut malamnya memperingati Isra’ Mi’raj pondok” ujar ketua yayasan.

             Seusai acara,  seluruh santri  berbaris untuk mengambil hidangan yang telah disediakan yakni semangkuk bakso dan teh hangat. Sambil menunggu antrian para santri menyimak  pengumuman pemenang lomba ghurfah meeting yang telah dilaksanakan 2 hari yang lalu.

             Dengan adanya peringatan Isra’ Mi’raj ini, bisa menjadi bahan evaluasi untuk para santri, melihat lagi tidak hanya salat 5 waktu saja, tapi diiringi juga dengan salat sunnah rawatib dan salat sunnah lainnya.

      

  

Sabtu, 18 Februari 2023

GHURFAH MEETING 2023




    Kudus, 16 Februari 2023  Ponpes Qudsiyyah Putri mengadakan Ghurfah Meeting dalam rangka memperingati Isro’ Mi’raj. Ghurfah Meeting merupakan salah satu program kerja pengurus ISQi, yang merupakan salah satu wadah untuk menggali bakat santri. Bentuk kegiatan ghurfah meeting ini  berupa ajang perlombaan.

    Ghurfah Meeting telah diadakan di Ponpes Qudsiyyah Putri yang kedua kalinya, tentu tidak kalah seru dengan tahun sebelumnya. Diantara lomba-lombanya adalah topi bola air, estafet (kelereng-bakiak-pecah air), outfid, pidato kromo inggil, sambung ayat/alfiyyah, MQK (Musabaqah Qiroatil Kutub), LCC, dan pentas seni. Dari lomba-lomba tersebut dapat digolongkan menjadi 4 lomba terkait dengan fisik dan 4 lomba terkait dengan IQU santri.

     Kegiatan tersebut berlangsung selama 2 hari dengan diawali opening ceremony Ghurfah Meeting yang dilakukan pada hari Kamis tepatnya pada waktu siang hari. Opening ini dibuka langsung oleh pengasuh Ponpes Qudsiyyah Putri, para santri semarak dan sangat berpartisipasi dalam acara ini.

     Dalam lomba ini setiap kamar harus mengirimkan anggota kamarnya untuk mewakili disetiap bidang lomba. Satu cabang lomba diambil 3 pemenang terbaik dengan 3 nilai tertinggi dari atas yang akan diumumkan setelah pengajian Isra’ Mi’raj.

Kegiatan ghurfah meeting berakhir pada jumat sore tepatnya pada tanggal 17 Februari 2023 dan dilanjutkan puncak acara pengajian Isra’ Mi’raj pada tanggal 18 Februari 2023.

Kamis, 02 Februari 2023

Qudsiyyah Putri Buka Pendaftaran Santri Baru Tahun Ajaran 2023-2024




Kudus-Qudsiyyahputri.com. Qudsiyyah Putri adalah unit lembaga pendidikan baru yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Islam Qudsiyyah Menara Kudus (YAPIQ). Di Qudsiyyah Putri sendiri ada tiga unit lembaga pendidikan, yaitu Ponpes Qudsiyyah Putri, MTs Qudsiyyah Putri, dan MA Qudsiyyah Putri. 

Penerimaan santri baru Qudsiyyah Putri tahun pelajaran 2023/2024 akan dimulai tanggal 20-28 Februari 2023. PSB tahun ini akan membuka kuota untuk Madrasah Tsanawiyyah sejumlah 6 kelas atau 240 calon santri baru dengan pembagian 1 kelas unggulan Tahfidz (santri pondok), 1 kelas unggulan Kitab (santri pondok), 2 kelas Tahfidz (santri pondok), 1 kelas Kitab (santri pondok), dan 1 kelas Kitab (santri laju). Sedangkan untuk Madrasah Aliyyah sejumlah 1 kelas atau sekitar 40 calon santri baru. Pendaftaran dibuka hanya 1 gelombang dan tidak menerima santri pindahan.

Pendaftaran online tahun ini melalui link bit.ly/psb_qudsiyyahputri_2023. Beberapa hal yang perlu dipersiapkan oleh calon santri baru yaitu:

1. Akte Kelahiran

2. Kartu Keluarga

3. NISN (Nomor Induk Siswa Nasional)*

4. NPSN (Nomor Pokok Sekolah Nasional)*

5. NSM (Nomor Statistik Madrasah)* jika dari MI/MTs

*) poin 3, 4, dan 5 bisa didapatkan dengan cara meminta data tersebut ke sekolah asal calon santri baru

Data-data tersebut perlu dipersiapkan oleh calon santri baru yang akan melakukan pendaftaran online karena data-data tersebut akan digunakan untuk mengiri formulir mengenai data diri santri secara lengkap.

Adapun tes seleksi akan dilaksanakan pada tanggal 1-7 Maret 2023. Untuk jadwalnya nanti akan diinfokan panitia melalui nomor hp calon wali santri. Hal penting yang perlu dipersiapkan adalah materi seleksi. Materi Seleksi meliputi tes tertulis, tes hafalan, tes lisan, dan praktik ibadah. Diharapkan semua calon santri bisa mempersiapkan diri sebaik mungkin.

 Info lebih lanjut:

Ustadz M. Isbah Kholili wa.me/6285640605640

Ustadz Muhammad Khothibul Umam  wa.me/6285726212216


Selasa, 10 Januari 2023

Ning Khilma Anis tumbuhkan Semangat Literasi Santri Qudsiyyah Putri





Kudus-Qudsiyyahputri.com. Seperti mimpi, ku kira tak dapat bertemu dengan beliau. Tapi takdir berkata lain, Alhamdulillah beliau hadir ke sekolah sebagai Narasumber acara kami.
      Senin, 09 November 2023. Qudsiyyah Putri mengadakan acara Literasi bertemakan “Santri Melek Literasi dan Mandiri”. Acara ini bertempat di lapangan Qudsiyyah Putri, yang dihadiri semua guru dan juga santri MTs sampai MA. Di acara ini sendiri Qudsiyyah Putri mengundang Ning Khilma Anis sebagai Nara sumber. Beliau ini merupakan penulis dari novel Wigati dan Hati Suhita.
     Dari awal, Ning Khilma Anis sudah membawa pengaruh positif bagi santri Qudsiyyah Putri. Beliau menceritakan alasan kenapa beliau menulis.  “Klungsu –klungsu waton udu”. Itulah pesan yang beliau sampaikan yang artinya “Yang penting menulis walupun hanya 1 majalah, 1 cerpen, jangan berangan-angan membuat banyak”.
      Disini, Ning Khilma Anis juga bercerita tentang apa itu kunci kehidupan dunia, jurnalistik, suka duka seorang penulis, dan juga tips konsisten dalam menulis. Terakhir beliau juga menerangkan apa itu kemandirian (GUSJIGANG) gus itu bagus ji itu ngaji gang itu dagang. Dengan itu, secara tidak langsung Ning khilma sudah menginspirasi dan juga memberikan semangat bagi pelajar Qudsiyyah Putri untuk berliterasi dan menjadi seorang penulis.
 

 

Selasa, 08 November 2022

KH. Ma'ruf Asnawi

 


Qudsiyyahputri.com. KH. Ma’ruf Asnawi lahir pada pada hari Kamis tahun 1911 atau 1329 H. Silsilahnya adalah KH. Ma’ruf  bin Asnawi bin Abdurrahman bin Sayyidah A’isyah binti Habib Ahmad bin Habib Ibrahim Bafaqih (Sunan Puger). Beliau dikenal sebagai khalifah Tarekat Syadzaliyah di Kudus. Sedangkan posisi mursyid dipegang langsung oleh KH. Habib Luthfi bin Ali bin Yahya Pekalongan. Pusat kegiatan tarekat ini adalah di Jumutan Demangan dan Kauman Menara. Sampai saat ini pengurus tarekat Syadziliyah sudah mempunyai lahan tanah untuk dijadikan pusat kegiatan tarekat yang bertempat di Kaliwungu Kudus.

Sebagaimana diungkapkan oleh KH. Nur Halim, tarekat syadziliyah (sebutan yang asli di kitab Mafakhir adalah Syadzzaliyah nisbat tempat Syadzzalah), Mujiz awalnya memang Habib Luthfi. Namur Habib Luthfi pernah dawuh untuk memudahkan orang dlu’afa’ (likibari sinnihi, sepuh atau lidla’fi malihi, anak muda tidak punya biaya) KH. Ma’ruf Asnawi pernah mbadali bai’at. Khalifah yang disandang itu atas perintah Mursyid. Karena Habib Luthfi kasihan dengan orang Kudus yang datang ke Pekalongan, tapi tidak ketemu Habib, maka bisa dibai’at KH. Ma’ruf Asnawi. “Kanggo sing sepuh mbah atau yang gak punya biaya” kata Habib.

Orang Kudus yang pertama bai’at tarekat ke Pekalongan adalah H. Chambali Balaitengahan. Sedangkan “Mbah Ji”-panggilan akrab KH. Ma’ruf Asnawi-baru bai’at tahun 1975. Mulanya ia menjadi murid biasa puasanya 3 hari; kamis, jum’at dan sabtu. Ahadnya dibai’at Syadzaliyah. Kepergiannya ke pekalongan naik bis ditemani putranya Mahfudh Nur. Murid tarekat dari Kudus angkatan “Mbah Ji” kira-kira ada belasan orang, yaitu:
  1. H. Raden Hambali
  2. Hasyim Tepasan
  3. H. Tahar Prambatan
  4. H. Hanafi Balaitengahan Langgardalem
  5. As’ad Demaan
  6. H. Khoiron Damaran
  7. H. Muhklas Damaran
  8. H. Mahfudl Ma’ruf (1980)
  9. Letnan Daeng Demaan (ABRI)
  10. Letnan Sutoyo Demangan
  11. Pak Dul (Burikan nikah dapat Solo)
Kemudian pada periode kedua disusul angkatan KH. Thoriq yang sekarang menjadi badal kira-kira tahun 1987/1988. tarekat ini berkembang dan menjadi luas berawal dari guru-guru Madrasah Qudsiyyah. Dimana semua guru dan karyawan Qudsiyyah 90% menjadi pengikut tarekat ini. Sampai sekarang murid tarekat ino sekitar 10.000 yang terdiri dari Kudus, Jepara dan Pati. Ini semua atas perjuangan Habib Lutfi. Karena Habib memperjuangkan tarekat di Kudus tidak seperti di daerah lainnya. Habib memang diakui bisa ngemong masyarakat, ngemong muridnya.

Konon cerita, pada tahun 1985 ketika KH. Ma’ruf Asnawi diangkat khalifah beliau masih takut. “Mboten Bib, kulo kok dadi khalifah, kulo taseh kethoh dung pripun Bib?” Habib jawab: “Ngeten Mbah, kulo ngendiko niki mboten ngendiko piyambak, nanging instruksi saking Njeng Rasul, Njeng Rasul mangguihi kulo” kata Habib. Dan kemudian ia ditanya Habib: “Piye mbah Ma’ruf?”.

Secara tegas KH. Ma’ruf menyatakan ketidaksediaannya karena menganggap dirinya belum mampu. Namun lagi-lagi dawuh dari mursyid harus dipatuhi. Habib Luthfi juga menyatakan: “Kamu jadi muridku kok takut jadi khalifah, saya takut kalau dimarahi Nabi Muhammad. Nabi shadiqul mashduq  Mbah”. Akhirnya dawuh ini beliau iakan. “Ngoten Bib, ngeh sampun. Nanging sak dongi mboten wadahe, kulo ngih sami’na wa atha’na” ujar Ma’ruf tulus.

Setelah itu Habib memberikan ijazah untuk puasa 1 minggu mulai hari Kamis. Setelah selesai puasa, Mbah Ji kembali sowan ke Pekalongan dengan umbal bis. Setelah sampai sana, Habib mengenakan baju kebesaran tarekat sebagaimana Qadli yakni memakai jubah hitam dan surban hijau. Sebelumnya ia berwudlu dulu dan membaca amalan syahadat, shalwat, istighfar dan dzikir. Prosesi bai’ai dimulai dengan jabat tangan sambil duduk dengkul-dengkulan (antar lutut ketemu dan berhadapan). Kemudian Habib mulai memba’iatnya: “Ajaztuka min tariqatis syadaliyah“. Dengan tegas KH. Ma’ruf menjawab: “Qabiltu“.
Dijelaskan oleh Habib saat itu bahwa posisinya adalah membantu orang yang mau bai’at tarekat ini. “Maksude ngewangi kulo (badalku) karena  guru mursyid syughul-nya banyak” kata Habib.

Kegiatan rutin tarekat ini adalah pengajian rutin pada Jum’at Kliwon. Kegiatan lainnya adalah Haul Syekh Syadzali, dan setiap malam Selasa pengajian kitab Mafakhir, bacaan manaqib syadzaliyah, maulud malam senin sebulan sekali setiap 12 (dan tiap bulan Rabi’ul Awal dilaksanakan 12 hari).

Tarekat ini banyak diminati oleh kalangan muda. Rata-rata pengikutnya adalah guru, pedagang dan masyarakat biasa. Dalam mengirim fatihah juga tidak seperti layaknya tarekat yang lain dengan menyebut semua guru mursyid. Amalan tarekat ini sangat sederhana. Tarekat ini didapatkan Habib Luthfi dari Mbah Sayid Abdul Malik Purwokerto yang jalur sanadnya sampai Sayyidina Ali.

Kalau membaca hadlrah (kirim surat fatihah) pertama adalah ibtigha’a mardlatillah. Kedua kepada Nabi wailihi. Dan ketiga kepada Syekh Syadzali dan sadati al-thariqah wa ushulihi wa masyayikhihi ila Rasulillah. Dan keempat ke mujiz, Habib Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Umar  bin Thaha bin Yahya.

Bacaan wiridnya adalah istighfar 100 kali, shalawat 100 kali, dan kalimat thayyibah 100 kali. Untuk kalimah thoyyibah dianjurkan dibaca dengan dzikir khafi (suara dalam). Bacaan tahlil: La dimulai dari puser naik sampai dada hingga mahdlatul fikri (pusat pemikiran) sehingga lupa dunyawiyah terus ditarik sampai lengan kanan. Illallah masuk ke jantung kiri. Kalau digambar seperti Lam Alif yang terbalik.

Yang perlu ditegaskan dalam tarekat ini adalah murid itu menjadi “warga tarekat”, bukan ahli tarekat. Kalau menyebut ahli nampaknya terlalu ketinggian, dan akan muncul takabbur. Karena dia merasa sudah ahli ngibadah dan mudah digelincirkan. Dalam manaqib disebutkan: Walaqad adlathu bimitsli hadzihil waqi’ati sab’ina min ahlitthariq, qad abahtu lakal muharramat.