Melahirkan Putri Sholihah, Salaf, dan Mandiri

Kamis, 29 Oktober 2026

MENJELAJAHI KHAZANAH QUDSIYYAH

 

    Di tengah pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, dengan segala efek positif dan negatifnya. Hal yang pasti terjadi di masa depan yang tetap beriman dan bertaqwa di satu sisi dan menjadi manusia yang cerdas, terampil, mandiri, serta sanggup berkompetisi dengan yang lain. Jangan sampai mereka para generasi muda akan dikendalikan oleh arus globalisasi dan modernisasi.

    Pada usia ke seratus tahun Lembaga Qudsiyyah menambah unit baru, yakni Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri yang pada akhirnya Sabtu tanggal 21 Syawal 1438 H. bertepatan 14 Juli 2017 TU. Diresmikan oleh Nadhir Qudsiyyah, KH. Sya’roni Achmadi dan Mustasyar PBNU, KH. Maimoen Zubair dan disaksikan para pengurus YAPIQ.

    Pondok Pesantren ini berfokus pada keilmuan salafnya maka tidak heran lagi banyak para santri Qudsiyyah Putri yang ahli pada bidang keilmuan salafnya. Dan pastinya dengan bimbingan para Masyayikh Qudsiyyah yang telah merajut warisan ilmu dan keteladanan dari KHR. Asnawi.

    Qudsiyyah adalah naungan yang terus menyambung dan tersambung sanad keilmuannya, mempertemukan tradisi pembaharuan. Masyayikh yang senantiasa menegakkan Pendidikan yang membumi, merawat Amanah sosial dan membuka cabang-cabang kebaikan ke pelosok dan seluruh wilayah di Nusantara.

Oleh: Hanaya Fauziyah