Nafha atau Nafa, sapaan
akrabnya selain punya hobi menyanyi dan menulis ia juga berbakat di bidang
Qira’atul Kutub, dan speaking English. Winner of Duta Santri ini pernah menjadi
peserta termuda di ajang lomba bergengsi Musabaqah Qira’atil Kutub bidang Nahwu
marhalah Ulya lohhh… (keren abiezz/red). Saat itu, ia berada di antara peserta
lain yang setara lulusan Ma’had Aly, kisaran umur 18-25 tahun. Bahkan umur ia
belum memenuhi syarat pembuatan KTP. (Benar-benar si imut ini/red).
Nafha punya cita-cita menjadi Guru. Baginya menjadi guru Adalah ladang amal
jariyah. Nafha paling suka Mendengarkan musik dan Muthala’ah. Ia juga
mengidolakan sosok Nyai Hamdanah, istri dari Syekh Nawawi Al-Bantani dan K.H.
Raden Asnawi (Masya Allah/red). Ia penyuka ayam geprek dan es matcha
(sedepnyaa/red)
Dia telah mengikuti seleksi Duta Santri sebanyak dua kali. Saat dinobatkan menjadi Duta santri, ada rasa was-was tersendiri. Tapi kemudian ia sadar bahwa menjadi Duta Santri bukan yang paling pintar tapi yang bisa memotivasi orang. Menurutnya, Semua orang akan bersinar dengan bakat dan prestasinya masing-masing, bukan yang dibandingkan dengan orang lain. Dan gak kalah bikin orang kagum, Nafha punya pegangan hidup yang gak sembarang orang bisa pegang (hihi bercyanda/red) yaitu “Kata motivasi tanpa aksi hanyalah halusinasi.”
Pengalaman Organisasi:
Dept. Dakwah dan penerangan PPQP tahun 2023/2024
ECT Batch 5
Dept. Dakwah dan Penerangan PPQP tahun 2025/2026
Tim Redaksi Majalah El-Meera Edisi-II
Personil Mimil mubarok





