Melahirkan Putri Sholihah, Salaf, dan Mandiri

Senin, 21 September 2026

Resensi Buku; ENSIKLOPEDIA WANITA AL-QUR’A

 

Judul          : ENSIKLOPEDIA WANITA AL-                             QURAN

Pengarang   : Imad Al. Hilali 

Penerbit      : Penerbit Qaf

Tahun Terbit: Maret 2024

ISBN            :  978-623-6219-74-4

Halaman     :  470 halaman

 

Pernahkah kita bertanya bagaimana kisah hidup para wanita yang di sebutkan dalam Al-Qur’an? Di dalam buku Ensiklopedia Wanita Al-Qur’an membahas secara komprehensif tentang tokoh-tokoh wanita yang disebutkan dalam Al-Qur’an, beserta peran, kisah dan keteladanan mereka. 

Buku ini mengulas kisah hidup Siti Hawa, Siti Hajar (ibunda Nabi Ismail), Sarah (ibunda Nabi Ishaq), Zulaikha (istri penguasa Mesir), Ibunda Musa dan saudarinya, Asyiah binti Muzahim (Istri Fir’aun), Balqis (Ratu Saba yang bijak), Maryam (ibunda Nabi Isa) serta tokoh wanita lainnya hingga zaman Rasulullah. Kisah mereka diabadikan di dalam Al-Qur’an.

Seperti Kisah Siti Hajar (Ibunda Ismail) dalam buku Ensiklopedia Wanita Al-Qur’an, umumnya digambarkan sebagai sosok perempuan dengan keteguhan iman yang luar biasa. Didalam buku ini diceritakan Siti Hajar dikenal sebagai seorang wanita salehah yang kemudian menjadi istri dari Nabi Ibrahim Ia dipercaya berasal dari kalangan yang sederhana. Beliau ditinggalkan di lembah tandus (Makkah). Atas perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Nabi Ibrahim membawa Siti Hajar dan bayi Nabi Ismail ke sebuah lembah yang saat itu tandus dan tidak berpenghuni. Saat persediaan air habis, Siti Hajar berlari-lari antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali demi mencari air untuk anaknya. Kejadian ini menjadi asal usul ibadah sa’i dalam Haji dan Umrah. Di tengah-tengah keputusasaan Siti Hajar, Allah Subhanahu Wa Ta’ala menurunkan pertolongan dengan memancarkan air dari tanah di dekat kaki Nabi Ismail, yang kemudian dikenal sebagai Air zamzam. Di dalam kisah Siti Hajar bukan sekadar cerita sejarah, tapi pelajaran tentang keseimbangan antara usaha (lari mencari air) dan tawakal (yakin pada pertolongan Allah). 

Selain itu, buku ini mengulas pula nama-nama wanita yang zalim, seperti Istri Nabi Nuh alaihi salam., Istri Nabi Luth alaihi salam, Ummu Lahab, dan masih banyak lagi. Mereka tak lain adalah penempuh jalan keburukan dan pelaku kesesatan yang menjadi pelajaran bagi kita semua.

Kisah dari kalangan Wanita yang zalim seperti Ummu Lahab diceritakan di dalam buku ini. Ummu Lahab bernama asli Arwa binti Harb, saudara dari Abu Sufyan dan istri dari Abu Lahab, paman Nabi Muhammad. Ia hidup di lingkungan bangsawan Quraisy di Makkah. Dia sangat membenci Nabi Muhammad, ia sering menyakiti Nabi Muhammad serta menyebarkan fitnah dan hasutan agar orang-orang menjauhi dakwah Islam beliau. Ia bersama suaminya akan mendapat balasan atas permusuhan mereka, yaitu siksa yang pedih.

Jika Siti Hajar adalah simbol keteguhan iman, maka Ummu Lahab adalah simbol kerasnya penolakan terhadap kebenaran. Dua kisah ini seperti bertolak belakang, menunjukkan bahwa setiap pilihan hidup membawa konsekuensinya.

Buku ini menyajikan penjelasan berdasarkan ayat-ayat Al-Qur’an, Tafsir, Hadist dan konteks sejarah yang memperkaya pemahaman pembaca tentang kedudukan wanita dan ajaran islam.

Di balik setiap kisah terdapat pesan-pesan mulia yang mendalam mengenai posisi dan peran wanita dalam Al-Qur’an, baik dari sisi kebaikan maupun keburukan. Hal ini menjadi sumber inspirasi bagi wanita dan pelajaran praktis bagi wanita untuk menghadapi kehidupan, termasuk peran penting mereka sebagai pendidik generasi mendatang.

Pull Qoute: “Ensiklopedia ini bukan hanya untuk dibaca, tetapi untuk direnungi, diteladani, dan diambil pelajaran baiknya.”


Oleh: Izzana Aidil Arafah (3 Tahfidz A)