Judul : ENSIKLOPEDIA WANITA AL- QURAN
Pengarang : Imad Al.
Hilali
Penerbit : Penerbit Qaf
Tahun Terbit: Maret 2024
ISBN : 978-623-6219-74-4
Halaman : 470
halaman
Pernahkah kita bertanya
bagaimana kisah hidup para wanita yang di sebutkan dalam Al-Qur’an? Di dalam
buku Ensiklopedia Wanita Al-Qur’an membahas secara komprehensif tentang
tokoh-tokoh wanita yang disebutkan dalam Al-Qur’an, beserta peran, kisah dan
keteladanan mereka.
Buku ini mengulas kisah hidup
Siti Hawa, Siti Hajar (ibunda Nabi Ismail), Sarah (ibunda Nabi Ishaq), Zulaikha
(istri penguasa Mesir), Ibunda Musa dan saudarinya, Asyiah binti Muzahim (Istri
Fir’aun), Balqis (Ratu Saba yang bijak), Maryam (ibunda Nabi Isa) serta tokoh
wanita lainnya hingga zaman Rasulullah. Kisah mereka diabadikan di dalam
Al-Qur’an.
Seperti Kisah Siti Hajar (Ibunda Ismail) dalam buku Ensiklopedia Wanita Al-Qur’an, umumnya digambarkan sebagai sosok perempuan dengan keteguhan iman yang luar biasa. Didalam buku ini diceritakan Siti Hajar dikenal sebagai seorang wanita salehah yang kemudian menjadi istri dari Nabi Ibrahim Ia dipercaya berasal dari kalangan yang sederhana. Beliau ditinggalkan di lembah tandus (Makkah). Atas perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Nabi Ibrahim membawa Siti Hajar dan bayi Nabi Ismail ke sebuah lembah yang saat itu tandus dan tidak berpenghuni. Saat persediaan air habis, Siti Hajar berlari-lari antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali demi mencari air untuk anaknya. Kejadian ini menjadi asal usul ibadah sa’i dalam Haji dan Umrah. Di tengah-tengah keputusasaan Siti Hajar, Allah Subhanahu Wa Ta’ala menurunkan pertolongan dengan memancarkan air dari tanah di dekat kaki Nabi Ismail, yang kemudian dikenal sebagai Air zamzam. Di dalam kisah Siti Hajar bukan sekadar cerita sejarah, tapi pelajaran tentang keseimbangan antara usaha (lari mencari air) dan tawakal (yakin pada pertolongan Allah).
Selain itu, buku ini mengulas
pula nama-nama wanita yang zalim, seperti Istri Nabi Nuh alaihi salam.,
Istri Nabi Luth alaihi salam, Ummu Lahab, dan masih banyak lagi. Mereka
tak lain adalah penempuh jalan keburukan dan pelaku kesesatan yang menjadi
pelajaran bagi kita semua.
Kisah dari kalangan Wanita
yang zalim seperti Ummu Lahab diceritakan di dalam buku ini. Ummu Lahab bernama
asli Arwa binti Harb, saudara dari Abu Sufyan dan istri dari Abu Lahab, paman
Nabi Muhammad. Ia hidup di lingkungan bangsawan Quraisy di Makkah. Dia sangat
membenci Nabi Muhammad, ia sering menyakiti Nabi Muhammad serta menyebarkan
fitnah dan hasutan agar orang-orang menjauhi dakwah Islam beliau. Ia bersama
suaminya akan mendapat balasan atas permusuhan mereka, yaitu siksa yang pedih.
Jika Siti Hajar adalah simbol
keteguhan iman, maka Ummu Lahab adalah simbol kerasnya penolakan terhadap
kebenaran. Dua kisah ini seperti bertolak belakang, menunjukkan bahwa setiap
pilihan hidup membawa konsekuensinya.
Buku ini menyajikan
penjelasan berdasarkan ayat-ayat Al-Qur’an, Tafsir, Hadist dan konteks sejarah
yang memperkaya pemahaman pembaca tentang kedudukan wanita dan ajaran islam.
Di balik setiap kisah
terdapat pesan-pesan mulia yang mendalam mengenai posisi dan peran wanita dalam
Al-Qur’an, baik dari sisi kebaikan maupun keburukan. Hal ini menjadi sumber
inspirasi bagi wanita dan pelajaran praktis bagi wanita untuk menghadapi kehidupan,
termasuk peran penting mereka sebagai pendidik generasi mendatang.
Pull Qoute: “Ensiklopedia ini bukan hanya untuk dibaca, tetapi untuk direnungi,
diteladani, dan diambil pelajaran baiknya.”
Oleh: Izzana Aidil Arafah (3 Tahfidz A)





