Melahirkan Putri Sholihah, Salaf, dan Mandiri

Senin, 21 September 2026

RESENSI KITAB; Adabul 'Alim Wal Muta'alim

 
Adabul ‘Alim wal Muta’allim

Karya Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari

Nama Kitab: Adabul ‘Alim wal Muta’allim

Pengarang: Hadratussyaikh K.H. Hasyim Asy’ari

Tebal Halaman: IV+110 Halaman

Ukuran: 15 x 23 cm

Bahasa: Arab

Penerbit: Maktabah Turots Al-Islami (Tebuireng)

 

Kitab Adabul Alim wal Mutaallim adalah kitab karya simbah KH.Hasyim Asy’ari yang membahas tentang etika orang yang berilmu [‘alim] dan orang yang menuntut ilmu [muta’allim]. Kitab ini merupakan salah satu kitab simbah KH.Hasyim Asy’ari yang terdapat dalam kitab Irsyadus Syari. Kitab ini melibatkan pada akhlaq seorang santri dan guru dalam pembelajaran maupun dalam kehidupan sosial sehari-hari. Setidaknya seorang santri mempunyai akhlaq yang baik kepada guru dalam hal mencari ilmu agar seorang santri tidak terlepas dari aktivitas pembelajaran, karena pembelajaran merupakan aktivitas keilmuan. Adapun Pembahasan dalam kitab ini mencakup beberapa bab, yaitu etika seseorang kepada diri sendiri, guru, murid, pelajaran, adab menulis dan mengajar, serta etika terhadap buku dan kitab.

Adab terhadap ilmu, ulama’, dan orang ‘alim adalah hal yang sangat krusial. Landasan utamanya merujuk pada firman Allah SWT QS. Al-Mujadilah: 11

                                {يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰت}

Yang artinya: “Allah akan mengangkat derajat/tingkatan orang orang yang beriman diantara kamu, dan orang yang diberi ilmu.” Yang dimaksud dengan "orang yang diberi ilmu" adalah mereka yang mengumpulkan ilmu sekaligus mengamalkannya. Sebagai orang yang beriman, kita tidak boleh menyepelekan kitab hanya sebagai tumpukan kertas biasa. Kitab harus dihormati karena mengandung ilmu yang kita pelajari. Adab tidak hanya terbatas pada sopan santun antar manusia, tetapi juga mencakup penghormatan terhadap sumber ilmu itu sendiri.

Hukum mempelajari kitab ini pada dasarnya adalah sunnah muakkadah [sangat dianjurkan], dan dalam konteks tertentu bisa menjadi fardhu ‘ain [wajib bagi setiap individu]. Tujuan dalam kitab ini agar setiap orang memiliki akhlaqul karimah yang baik kepada siapapun, baik kepada ulama’ ahli kitab, dan baik terhadap kitabnya sendiri. Dasar pijakan dalam kitab ini adalah Al-qur’an dan Hadis. Kitab ini menegaskan bahwa adab atau etika dalam menuntut ilmu dan mengajarkan ilmu memiliki posisi yang sangat vital, bahkan sering dianggap lebih utama daripada ilmu itu sendiri.


Gunakan masa muda dan umurmu untuk memperoleh ilmu. Jangan mau terpedaya oleh rayuan menunda-nunda dan berangan-angan panjang, sebab setiap detik umur yang terlewatkan dari umur tidak akan tergantikan” 

    [HADRATUSSYAIKH KH. HASYIM ASY’ARI] 

 



                                                       Oleh: Farah Rayya Makki (5 Tahfidz A)